Diklat Kader KOSGORO 1957 Menjamin Lahirnya Loyalitas dan Militansi Anggota 

Foto/Ist
Foto/Ist

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif KOSGORO 1957 Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, mengatakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kader KOSGORO 1957 menjamin lahirnya loyalitas dan militansi di organisasi. 


Selain itu, lanjut Riza, adanya kesinambungan kepemimpinan organisasi. 

"Diklat kader atau program kaderisasi menjamin lahirnya loyalitas, militansi, kesinambungan dan munculnya calon2 pemimpin organisasi berwawasan kekosgoroan dan kekaryaan," katanya. 

Riza menyampaikan hal itu pada pembukaan Diklat Kader KOSGORO 1957 Kabupaten Asahan di aula Partai GOLKAR di Kisaran, Sabtu (21/5). Diklat kader yang disebut sebagai Orientasi Tatap Muka (Orientama) KOSGORO Asahan diisi sejumlah ceramah tentang Kekosgoroan oleh tokoh KOSGORO 1957 dari Medan, antara lain Viktor Silaen dan Bahrumsyah, serta Efi Irwansyah Pane Ketua Wantim KOSGORO 1957 Asahan. Sedangkan materi khusus tentang Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara oleh Erwin Syahputra, SH, MA, dosen FH Universitas Asahan. 

Hadir pada acara tersebut Ketua DPD Partai GOLKAR, Efi Irwansyah Pane, Ketua PDK KOSGORO 1957, Darwin Tambunan, Kader KOSGORO yang menjabat Anggota DPRD Juliamin, Rippi Hamdani dan Suyono, Ketua DPD Gerakan Persatuan Perempuan KOSGORO 1957, dr. Evalina Tarigan, Ketua DPD Barisan Muda KOSGORO 1957, dr. Ibnu Yazid, Ketua Panitia Doddi Riswanda Sitorus, para pinisepuh dan Pengurus Kecamatan KOSGORO 1957 se Kabupaten Asahan. 

Sebelumnya, Ketua PDK KOSGORO 1957 Asahan, Darwin Tambunan, mengatakan Diklat Kader ini merupakan Angkatan I, diikuti 75 peserta. "Insya Allah akan dilakukan beberapa Angkatan, karena di angkatan ini masih banyak yang belum ikut," kata Darwin. 

Lebih lanjut Riza Fakhrumi Tahir mengatakan, lima tahun ke depan, KOSGORO 1957 Sumatera Utara akan melaksanakan program konsolidasi organisasi dan Diklat Kader sebagai prioritas. "Kedua program ini harus berjalan bersama, selain program-program lainnya di bidang sosial dan ekonomi rakyat," katanya. 

Menurut Riza, bagi Ormas seperti KOSGORO 1957, program-program bidang kaderisasi merupakan kebutuhan. Sebab, KOSGORO 1957 adalah organisasi kader. "Kaderisasi dilakukan secara formal seperti Orientama ini maupun nonformal seperti kegiatan-kegiatan di kepanitiaan. Kita akan sumbangkan kepada bangsa, negara dan Partai GOLKAR, kader-kader militan, trampil dan berwawasan," kata Riza, yang juga Ketua Korbid Politik, Hukum dan HAM DPD Partai GOLKAR Sumut. 

Dengan pelaksanaan Diklat Kader, ujarnya, KOSGORO 1957 menjamin bahwa regenerasi bukan mimpi. "Regenerasi adalah sesuatu yang pasti di KOSGORO 1957. Kaderisasi dan regenerasi merupakan dua sisi dari satu mata uang. Keduanya tidak terpisahkan. Regenerasi dan kesinambungan organisasi bisa terwujud, tergantung seperti apa program kaderisasi dilaksanakan. Hanya organisasi yang konsisten melaksanakan kaderisasi yang bisa mempertahankan eksistensinya," kata Riza.