Dibebaskan Dari Malaysia, 10 Nelayan Pantai Labu Diberi 'Tepung Tawar'

Tepung tawar 10 nelayan yang baru dipulangkan dari Malaysia/Ist
Tepung tawar 10 nelayan yang baru dipulangkan dari Malaysia/Ist

Sebanyak 10 nelayan asal Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara akhirnya berhasil dipulangkan dari Malaysia.


Sebelumnya mereka ditangkap oleh pihak Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) dengan tuduhan melanggar batas perairan.

Setiba di desa Paluh Sibaji, para nelayan langsung menjalani acara tepung tawar. Acara ini dilakukan agar mereka kembali semangat dalam tidak terpuruk atas penangkapan yang dilakukan oleh pihak Malaysia tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah RI dalam hal ini pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemkab Deli Serdang, HNSI Deli Serdang, Anggota DPRD Sumut pak Tuahman Purba dan juga pak Parlindungan Purba," kata mereka.

Pemulangan 10 nelayan tersebut berhasil dilakukan berkat koordinasi yang dijalin oleh berbagai pihak yang disebutkan oleh para nelayan. Beberapa hari lalu, Anggota DPRD Sumatera Utara Tuahman Purba dan abang kandungnya mantan anggota DPD RI asal Sumatera Utara Parlindunga Purba bahkan langsung turun ke desa Paluh Sibaji begitu mendengar adanya nelayan asal desa tersebut yang ditangkap. Di hadapan keluarga para nelayan itu, Parlindungan berjanji akan mengupayakan pemulangan mereka dengan segera.

Untuk meyakinkan keluarga para nelayan, Parlindungan Purba bahkan langsung melakukan video call dengan Ikhsan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta. Ikhsan juga difasilitasi untuk berkomunikasi langsung dengan keluarga para nelayan tersebut.

Kepada wartawan, Parlindungan Purba terus mendesak agar pemerintah tetap memberikan edukasi dan memfasilitasi para nelayan untuk mendapatkan alat GPS (Global Position System). Hal ini penting agar para nelayan mengetahui posisi mereka saat melaut.

“Selain itu, diberi sosialisasi penggunaan alat navigasi serta alat komunikasi di kapal perikanan, sehingga tidak ada lagi nelayan yang melanggar batas penangkapan ikan di perairan negara lain,” ujarnya.

Diketahui 10 orang nelayan asal Dusun IV Desa Paluhsibaji yang ditangkap pada Minggu (3/10/2021). Para nelayan tersebut yakni Agus Salim 25, Mhd Ali Topan 19, Agus Tami Tanjung 47, Rizky Alamsyah 21, Aldi 17, Mhd Ali Hatari 19, Abdulah Sani 25, Agus Syahputra 25, Robi Hermanwan Silalahi 25 dan Juma 27.