Di Hadapan Anggota Dewan, Bobby Nasution Bicara Soal Lahan Strategis Untuk PKL

Wali Kota Medan Bobby Nasution/Diskominfo Kota Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution/Diskominfo Kota Medan

Pemerintah Kota Medan akan melakukan penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan menyiapkan lahan perdagangan yang representatif, strategis dengan kapasitas yang memadai. 


Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memberikan tanggapan atas pemandangan umum dalam Paripurna di DPRD Kota Medan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Medan tentang Ranperda Tentang Penetapan Zonasi Aktivitas PKL, Senin (23/8/2021).

Terkait kewajiban PKL dalam membayar biaya jasa pelayanan, bahwa kewajiban atas jasa pelayanan yang diterimanya seperti kewajiban atas jasa kebersihan dan jasa keamanan, dimana kewajiban atas pelayanan ini akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota.

"Pemko Medan juga akan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pusat perbelanjaan dalam memberdayakan PKL melalui program Penataan dan Peremajaan Tempat usaha PKL, Peningkatan kemampuan berwirausaha, promosi usaha dan event pada lokasi binaan serta berperan aktif dalam penataan agar PKL menjadi lebih tertib, Bersih, indah dan nyaman," Kata Wali Kota Medan.

Selanjutnya, terkait dengan penertiban dan penggusuran PKL agar tidak terjadi bentrokan, Bobby Nasution menjelaskan bahwa Pemko Medan telah mengakomodirnya dalam Ranperda tentang Penetapan Zonasi dan Aktivitas PKL dengan membentuk Satuan Tugas Khusus yang bertugas dalam pelaksanaan penataan dan pembinaan PKL.

"Satuan Tugas Khusus ini nantinya bertugas meliputi Perencanaan, Penataan, Pembinaan, Pengawasan, Pengendalian dan Penegakan hukum. Selain itu Sanksi terhadap PKL yang melanggar peraturan dijatuhkan setelah PKL tersebut diperingatkan secara tertulis sebanyak 3 kali, jika sudah diperingatkan maka akan dikenakan sanksi sesuai perundangan-undangan," pungkasnya.

Bobby Nasution menambahkan, pihaknya memiliki strategi agar menjadikan PKL ini sebagai aset bukan sebagai masalah. Salah satunya adalah dengan digaungkannya kawasan Kesawan sebagai The Kitchen of Asia. 

"Dengan penataan, penertiban dan pembinaan yang dilakukan, aktivitas PKL dikawasan tersebut kita harapkan akan menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara sebagai sentra pusat kuliner yang diperhitungkan kelak keberadaannya di kawasan lokal maupun Asia," demikian Bobby Nasution.