Deddy dan Fenomena Islam

RMOLSumut. Dipenghujung pekan ini ada berita yang cukup viral dan menjadi perbincangan dikalangan masyarakat diIndonesia. Apalagi kalau bukan berita tentang memeluk Islamnya Deddy corbuzer! Deddy yang dikenal sebagai seorang mentalis itu resmi mengucapkan dua kalimat syahadat seusai sholat Jumat kemarin siang.

Menjadi mualaf merupakan hal yang biasa. Banyak orang mulai dari zaman nabi Muhammad Saw sampai kini, orang - orang terus menerus memeluk agama ini. Banyak jalan bagi orang - orang masuk Islam. Jika kita membaca atau mengetahui langsung sejarah para mualaf yang masuk Islam, maka kita akan menemukan berbagai kisah menarik dan bahkan diluar dari logika.

Namun, semua itu diikat oleh sebuah benang merah, yakni rasionalitas dan hidayah. Seperti halnya penyanyi kenamaan Britania raya, Cat Stevens. Seniman satu ini dahulu masuk Islam karena didasari atas kehidupannya yang penuh glamoritas namun tak membuahkan kebahagiaan. Dipuncak - puncak karirnya yang dipenuhi kesenangan duniawi : popularitas, harta dan wanita, nyatanya tak menghasilkan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang didapatinya hanyalah semu dan sementara sifatnya.

Dari landasan fakta inilah penyanyi yang kemudian mengganti namanya menjadi Yusuf Islam tersebut kemudian mencoba mencari jalan kebahagian melalui "koridor" agama. Cat Steven yang sebelumnya merupakan pemeluk Kristen kemudian tetap tekun  mendalami iman Kristen pada lingkungan gereja.

Akan tetapi ia belum juga menemukan pelabuhan terhadap pertanyaan - pertanyaan yang menusuk sanubarinya selama ini. Akhirnya, ia pun mempelajari agama - agama dan keyakinan lainnya terutama yang berkaitan dengan dunia spiritualisme timur, seperti budhisme misalnya. Satu persatu agama - agama didunia ia dalami, ia telaah, namun hal itu tak memberikan jawaban atas apa yang dirinya cari selama ini, yakni kebahagiaan yang berlandaskan jalan yang benar.

Kala itu, iya memang sudah tahu ada agama Islam. Namun, yang ada dibenaknya bahwa agama ini adalah agama yang membawa kepada kekerasan, terorisme dan radikalisme, sebagai mana yang dicitrakan oleh media massa dan publik barat pada umumnya.

Sampai pada satu titik klimaks pencahariannya ia menemukan islam. Dimulai dari sebuah hadiah yang diberikan salah seorang saudaranya yang telah lebih dulu memeluk islam berupa Al
quran, penyanyi yang sempat dilarang terbang ke Amerika ini mempelajari Islam dari sumbernya langsung yakni Alquran. Dari sini ia mendalami dan memahami ayat demi ayat yang ada.

Semakin lama ia menelisik bacaan bacaannya, semakin ia melihat ada perbedaan yang sangat mendasar dari Alquran jika dibandingkan dengan kitab - kitab agama yang lain.

Cat merasa bahwa agama ini sangat masuk akal. Salah satu poin yang ia bisa tangkap adalah terkait dengan masalah ketauhidan atau keesaan Tuhan. Dimana hanya agama inilah yang mengakui bahwa Tuhan itu tunggal. Ia tidak bertransformasi kedalam bentuk apapun, bahkan ia juga tidak memiliki oknum lain yang dipersekutukannya. Dan itu sesuai dengan logikanya.

Mendasari hal tersebut, ia pun mulai menemukan kebenaran yang selama ini ia cari - cari. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Fenomena cat Steven atau Yusuf Islam adalah fenomena masyarakat moderen saat ini. Meskipun sebenarnya adalah fenomena alamiah manusia dalam mencari Tuhan sejak dulu kala. Akan tetapi, pada masyarakat moderen yang logis, pencaharian tentang kebenaran merupakan implikasi dari kehidupan yang gersang secara spritual.

Masyarakat moderen hari - hari ini telah dikelabui oleh kehidupan yang fana.
Penuh dengan kepalsuan dan materialistik. Dari pelataran itu, kemudian mereka mencari agama. Dan dari situ pula mereka mengenal kebenaran Islam.

Islam adalah agama yang representatif dan moderat. Ia tak seperti kapitalisme yang menekankan penumpukan aset dan kepemilikan pribadi semata,  ia juga tak seperti sosialisme yang menjadikan kepemilikan pribadi menjadi kepemilikan negara atau umum. Ia ditengah - ditengah. Ia mengakui eksistensi  kepemilikan pribadi, tapi ia juga mengakui hajat hidup orang banyak harus dikelola oleh negara.

Segala macam aspek didunia ini diatur oleh Islam. Dari yang sekecil - kecilnya, seperti adab buang air sampai urusan pemerintahan sekalipun  diatur oleh islam. Disamping itu, banyak sekali ayat - ayat Alquran maupun hadis nabi yang telah terbukti kebenaran secara ilmiah atau sience terakhir.

Akhirnya, dari situlah kemudian banyak orang - orang memeluk Islam, terutama masyarakat Amerika dan Eropa. Didua benua ini Islam cukup pesat pertumbuhannya. Seperti yang diriset oleh Pew Research Center.  Didunia saat ini, perkiraan Pew, pada 2010 lalu, umat Islam memiliki 23 persen dari populasi dunia dengan total pemeluk sekitar 1,6 miliar orang. Itu artinya, masa depan umat Islam diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi tatanan dunia yang lebih baik karena secara kuantitatif terbilang memadai.

Begitulah kiranya dengan mas Deddy corbuzier. Pria yang dikenal sebagi pesulap ini merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang masuk Islam.

 Deddy dan juga para mualaf di seantero dunia lainnya, disamping karena faktor hidayah, juga karena agama ini sangat logis dan rasional bagi mereka. Hingga mereka memilih Islam dari sudut kecerdasan. Semoga mas Deddy Istiqomah memeluk agama yang suci ini. Dan tolong jangan dibully!.[top]

Penulis adalah Advokat


RMOLSumut. Dipenghujung pekan ini ada berita yang cukup viral dan menjadi perbincangan dikalangan masyarakat diIndonesia. Apalagi kalau bukan berita tentang memeluk Islamnya Deddy corbuzer! Deddy yang dikenal sebagai seorang mentalis itu resmi mengucapkan dua kalimat syahadat seusai sholat Jumat kemarin siang.

Menjadi mualaf merupakan hal yang biasa. Banyak orang mulai dari zaman nabi Muhammad Saw sampai kini, orang - orang terus menerus memeluk agama ini. Banyak jalan bagi orang - orang masuk Islam. Jika kita membaca atau mengetahui langsung sejarah para mualaf yang masuk Islam, maka kita akan menemukan berbagai kisah menarik dan bahkan diluar dari logika.

Namun, semua itu diikat oleh sebuah benang merah, yakni rasionalitas dan hidayah. Seperti halnya penyanyi kenamaan Britania raya, Cat Stevens. Seniman satu ini dahulu masuk Islam karena didasari atas kehidupannya yang penuh glamoritas namun tak membuahkan kebahagiaan. Dipuncak - puncak karirnya yang dipenuhi kesenangan duniawi : popularitas, harta dan wanita, nyatanya tak menghasilkan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang didapatinya hanyalah semu dan sementara sifatnya.

Dari landasan fakta inilah penyanyi yang kemudian mengganti namanya menjadi Yusuf Islam tersebut kemudian mencoba mencari jalan kebahagian melalui "koridor" agama. Cat Steven yang sebelumnya merupakan pemeluk Kristen kemudian tetap tekun  mendalami iman Kristen pada lingkungan gereja.

Akan tetapi ia belum juga menemukan pelabuhan terhadap pertanyaan - pertanyaan yang menusuk sanubarinya selama ini. Akhirnya, ia pun mempelajari agama - agama dan keyakinan lainnya terutama yang berkaitan dengan dunia spiritualisme timur, seperti budhisme misalnya. Satu persatu agama - agama didunia ia dalami, ia telaah, namun hal itu tak memberikan jawaban atas apa yang dirinya cari selama ini, yakni kebahagiaan yang berlandaskan jalan yang benar.

Kala itu, iya memang sudah tahu ada agama Islam. Namun, yang ada dibenaknya bahwa agama ini adalah agama yang membawa kepada kekerasan, terorisme dan radikalisme, sebagai mana yang dicitrakan oleh media massa dan publik barat pada umumnya.

Sampai pada satu titik klimaks pencahariannya ia menemukan islam. Dimulai dari sebuah hadiah yang diberikan salah seorang saudaranya yang telah lebih dulu memeluk islam berupa Al
quran, penyanyi yang sempat dilarang terbang ke Amerika ini mempelajari Islam dari sumbernya langsung yakni Alquran. Dari sini ia mendalami dan memahami ayat demi ayat yang ada.

Semakin lama ia menelisik bacaan bacaannya, semakin ia melihat ada perbedaan yang sangat mendasar dari Alquran jika dibandingkan dengan kitab - kitab agama yang lain.

Cat merasa bahwa agama ini sangat masuk akal. Salah satu poin yang ia bisa tangkap adalah terkait dengan masalah ketauhidan atau keesaan Tuhan. Dimana hanya agama inilah yang mengakui bahwa Tuhan itu tunggal. Ia tidak bertransformasi kedalam bentuk apapun, bahkan ia juga tidak memiliki oknum lain yang dipersekutukannya. Dan itu sesuai dengan logikanya.

Mendasari hal tersebut, ia pun mulai menemukan kebenaran yang selama ini ia cari - cari. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Fenomena cat Steven atau Yusuf Islam adalah fenomena masyarakat moderen saat ini. Meskipun sebenarnya adalah fenomena alamiah manusia dalam mencari Tuhan sejak dulu kala. Akan tetapi, pada masyarakat moderen yang logis, pencaharian tentang kebenaran merupakan implikasi dari kehidupan yang gersang secara spritual.

Masyarakat moderen hari - hari ini telah dikelabui oleh kehidupan yang fana.
Penuh dengan kepalsuan dan materialistik. Dari pelataran itu, kemudian mereka mencari agama. Dan dari situ pula mereka mengenal kebenaran Islam.

Islam adalah agama yang representatif dan moderat. Ia tak seperti kapitalisme yang menekankan penumpukan aset dan kepemilikan pribadi semata,  ia juga tak seperti sosialisme yang menjadikan kepemilikan pribadi menjadi kepemilikan negara atau umum. Ia ditengah - ditengah. Ia mengakui eksistensi  kepemilikan pribadi, tapi ia juga mengakui hajat hidup orang banyak harus dikelola oleh negara.

Segala macam aspek didunia ini diatur oleh Islam. Dari yang sekecil - kecilnya, seperti adab buang air sampai urusan pemerintahan sekalipun  diatur oleh islam. Disamping itu, banyak sekali ayat - ayat Alquran maupun hadis nabi yang telah terbukti kebenaran secara ilmiah atau sience terakhir.

Akhirnya, dari situlah kemudian banyak orang - orang memeluk Islam, terutama masyarakat Amerika dan Eropa. Didua benua ini Islam cukup pesat pertumbuhannya. Seperti yang diriset oleh Pew Research Center.  Didunia saat ini, perkiraan Pew, pada 2010 lalu, umat Islam memiliki 23 persen dari populasi dunia dengan total pemeluk sekitar 1,6 miliar orang. Itu artinya, masa depan umat Islam diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi tatanan dunia yang lebih baik karena secara kuantitatif terbilang memadai.

Begitulah kiranya dengan mas Deddy corbuzier. Pria yang dikenal sebagi pesulap ini merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang masuk Islam.

 Deddy dan juga para mualaf di seantero dunia lainnya, disamping karena faktor hidayah, juga karena agama ini sangat logis dan rasional bagi mereka. Hingga mereka memilih Islam dari sudut kecerdasan. Semoga mas Deddy Istiqomah memeluk agama yang suci ini. Dan tolong jangan dibully!.[top]

Penulis adalah Advokat