Dalam Waktu 16 Tahun, Amerika Serikat Telah Kehilangan 24 Juta Hektar Lahan Alami

Amerika Serikat dilaporkan telah kehilangan 24 juta hektar lahan alami antara 2001 hingga 2017. Hilangnya lahan alami di AS ini karena digunakan untuk lahan pertanian, pengembangan energi, perluasan perumahan, dan sebagainya.

Wilayah yang paling parah mengalami kerusakan berada di bagian selatan dan barat daya AS. Masing-masing wilayah tersebut kehilangan 47 persen dan 59 persen lahan alami karena telah diubah menjadi jalan, lahan pertanian, pembangkit listrik, dan pembangunan lainnya.   

Selain lahan alami yang terus berkurang dalam kurun 16 tahun, AS juga kehilangan 36 juta pohon sepanjang 5 tahun terakhir. Menyebabkan negara ini semakin rentan terhadap perubahan iklim.

Padahal pohon memiliki peran penting dalam memelihara lingkungan. Seperti menghilangkan polusi udara, menurunkan temperatur, menurunkan emisi, meningkatkkan kualitas air, hingga konservasi energi.  

Dikutip dari Reuters, menurut lembaga think tank Center for American Progress, AS harus melindungi 30 persen lahan alaminya yang terdiri dari daratan dan lautan pada 2030. Bila tidak, maka dampak perubahan iklim dan kepunahan satwa liar akan makin terasa.

Di sisi lain, hingga saat ini baru 12 persen wilayah daratan AS yang telah digunakan sebagai konservasi alam dengan membuat taman nasional, hutan belantara, dan kawasan lindung lainnya. Sedangkan untuk perairan, 26 persen wilayah laut AS telah dilindungi dari aktivitas nonlingkungan seperti pengeboran minyak dan gas.

"Setiap kali kita membuat jalan dan bangunan, kita menebang pohon. Itu tidak hanya mempengaruhi satu lokasi, namun memengaruhi wilayah tersebut," ujar ilmuan senior Dinas Kehutanan AS, David Nowak. [krm]


Amerika Serikat dilaporkan telah kehilangan 24 juta hektar lahan alami antara 2001 hingga 2017. Hilangnya lahan alami di AS ini karena digunakan untuk lahan pertanian, pengembangan energi, perluasan perumahan, dan sebagainya.

Wilayah yang paling parah mengalami kerusakan berada di bagian selatan dan barat daya AS. Masing-masing wilayah tersebut kehilangan 47 persen dan 59 persen lahan alami karena telah diubah menjadi jalan, lahan pertanian, pembangkit listrik, dan pembangunan lainnya.   

Selain lahan alami yang terus berkurang dalam kurun 16 tahun, AS juga kehilangan 36 juta pohon sepanjang 5 tahun terakhir. Menyebabkan negara ini semakin rentan terhadap perubahan iklim.

Padahal pohon memiliki peran penting dalam memelihara lingkungan. Seperti menghilangkan polusi udara, menurunkan temperatur, menurunkan emisi, meningkatkkan kualitas air, hingga konservasi energi.  

Dikutip dari Reuters, menurut lembaga think tank Center for American Progress, AS harus melindungi 30 persen lahan alaminya yang terdiri dari daratan dan lautan pada 2030. Bila tidak, maka dampak perubahan iklim dan kepunahan satwa liar akan makin terasa.

Di sisi lain, hingga saat ini baru 12 persen wilayah daratan AS yang telah digunakan sebagai konservasi alam dengan membuat taman nasional, hutan belantara, dan kawasan lindung lainnya. Sedangkan untuk perairan, 26 persen wilayah laut AS telah dilindungi dari aktivitas nonlingkungan seperti pengeboran minyak dan gas.

"Setiap kali kita membuat jalan dan bangunan, kita menebang pohon. Itu tidak hanya mempengaruhi satu lokasi, namun memengaruhi wilayah tersebut," ujar ilmuan senior Dinas Kehutanan AS, David Nowak. [krm]