Covid Merajalela, IHSG dan Rupiah Susah Menguat  

Gunawan Benjamin/RMOLSumut
Gunawan Benjamin/RMOLSumut

Kinerja IHSG dan rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Kinerja IHSG dan Rupiah melemah dipicu oleh tekanan eksternal seiring dengan buruknya kinerja psar keuangan global. IHSG pada penutupan akhir pekan ini melemah tipis 0.034% dilevel 5.103,41. Sementara mata uang rupiah di tutup melemah tipis di level 14.697 per US Dolar.


 
Sentiment eksternal masih menjadi pemicu pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini. Sementara itu sentiment internal juga tidak begitu mendukung perdagangan pada hari ini. Meskipun tidak seburuk kinerja bursa di luar, IHSG sejauh ini belum keluar dari tekanan dikarenkan pandemic covid 19 justru memburuk di benua eropa.
 
Untuk kinerja mata uang rupiah, sejauh ini juga tidak jauh berbeda pemicunya. Dari sisi fundamental, data neraca dagang yang surplus membuat Rupiah menguat sebelumnya. Namun kepastian stimulus yang sepertinya tidak berjalan baik sejauh ini memicu terjadinya tekanan pada mata uang Rupiah.

"Rupiah sebelumnya cukup diuntungkan dengan rencana stimulus yang sempat direncanakan akan keluar sebelum pilpres di AS awal November," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Jumat (16/10).
 
Dan di akhir pekan ini, Rupiah dan IHSG sama-sama bergerak dalam rentang tipis dan tidak jauh dari posisi psikologis. Dan di pekan depan, sentiment covid 19 masih akan menjadi topic utama yang akan mempengaruhi pasar keuangan.