Co-Pilot Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Keluarga Ingin Jenazah Segera Dibawa Pulang

Pantauan Radar jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Pantauan Radar jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Saat ini perwakilan keluarga yang ke Jakarta untuk menemui pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih berkoordinasi terkait kepulangan jenazah.


Jenazah copilot NAM Air, Fadly Satrianto (38) yang turut menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, telah teridentifikasi. Jenazah Fadly teridentifikasi bersama dua jenazah lainnya.

Keluarga Fadly yang telah mendapat informasi tersebut sangat bersyukur dan ingin segera membahawa jenazah Fadly ke Surabaya.

Namun, saat ini perwakilan keluarga yang ke Jakarta untuk menemui pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih berkoordinasi terkait kepulangan jenazah.

"Iya jenazah Fadly Satrianto sudah teridentifikasi. Sudah ada perwakilan yang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kepulangan jenazah," jelas kakak kandung Fadly Satrianto, Dr.Juan Setiadi Zenniko,Sp.An, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (13/1).

Juan menceritakan, sebelum ditemukannya jenazah adiknya, dirinya dan kelurga tak henti-hentinya berdoa. Doa yang dipanjatkan, diharapkan jenazah segera ditemukan.

"Alhamdulillah akhirnya jenazah adik saya ditemukan. Semoga proses di di rumah sakit bisa cepat dan jenazah segera dibawa pulang dan dimakamkan," harapnya.

Diketahui, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (12/1) telah mengidentifikasi tiga jenazah dari empat kantong mayat, salah satunya merupakan co pilot Sriwijaya Air, Fadly Satrianto (38).

Kapus Inafis Mabes Polri Brigjen Hudi Suryanto mengatakan dalam manifes penumpang Sriwijaya Air SJ-182 nama Fadly tercatat di nomor 31.

"Ada tiga korban yang bisa kami identifikasi dari empat kantong jenazah yang diserahkan kepada kami," kata Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Hudi S di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).