'Cek Ombak' PDIP Di Sumut

Momen saat Edy Rahmayadi berfoto bersama sejumlah kader PDIP Sumut tahun 2019 lalu/Net
Momen saat Edy Rahmayadi berfoto bersama sejumlah kader PDIP Sumut tahun 2019 lalu/Net

Belakangan kader-kader PDI Perjuangan di Sumatera Utara semakin gencar dalam mengumbang potensi dukungan kepada Edy Rahmayadi untuk kembali maju menjadi calon gubernur pada Pilgubsu 2024 mendatang. Ada apa gerangan?

Merujuk pada situasi yang tercipta pada Pilgubsu 2018 lalu, rasa-rasanya terlalu sulit percaya jika dukungan ini akan berakhir dalam bentuk dukungan hitam diatas putih pada saat Pilgubsu mendatang. Pertama, selain karena masa untuk pelaksanaan agenda politik 5 tahunan tersebut yang masih panjang, rasanya 'luka' akibat pertarungan kemarin masih belum sembuh total. Faktanya, kritikan-kritikan pedas juga tak surut dari para kader 'banteng moncong putih' di DPRD Sumut terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi selaku orang nomor 1 di Sumut.

Yang kedua, ini politik. Jangankan untuk yang terjadi 2 tahun lagi, yang terjadi besok aja bisa tiba-tiba jauh dari prediksi. Meminjam istilah politisi senior 'Abah wahab (Abdul Wahab Dalimunthe) dia selalu mengatakan 'Politik do i' (ini politik) yang mengisyaratkan tidak ada yang tak mungkin jika berkaitan dengan kepentingan politis.

Dari dua kondisi diatas, saya justru lebih condong menilai jika peluang dukungan yang beberapa kali diumbar oleh para 'petugas partai' PDI Perjuangan ini hanya untuk mengecek ombak. Tentu mereka sangat matang melihat situasi dan isu yang ada. Sebutlah, capaian dalam 3 tahun kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) yang banyak kritik hingga gestur politik Edy dan sang wakil yang belakangan banyak diperbincangkan.

Tahun 2024 tinggal 2 tahun lagi. Dan dalam politik ini adalah waktu yang singkat untuk melakukan berbagai persiapan jika ingin berpartisipasi dalam ajang tersebut. Persiapan semua-semualah. Kalau dicontohkan dalam dunila pelayaran maka inilah masa persiapan mulai dari membangun kapal, memilah nakhoda dan ABK hingga nantinya menyediakan logistik ketika berlayar agar Si Tuan sampai tujuan dengan selamat.

Tapi sekali lagi, politik do i. PDI Perjuangan saya kira memang hanya sekedar mengecek ombak. Hasil pengecekan inilah yang akan menentukan siapa Tuan yang mereka bawa berlayar.