Cek Ombak 'Kelakuan Tak Demokratis' PDIP, Elektabilitas Vs Trah

Ganjar Pranowo, Puan Maharani dan Megawati Soekarno Putri/Repro
Ganjar Pranowo, Puan Maharani dan Megawati Soekarno Putri/Repro

Ribut-ribut mengenai calon presiden yang akan diusung di Pemilu 2024 bikin internal PDI Perjuangan dikabarkan agak-agak terpecah. Elektabilitas versus garis trah mencuat lantaran seolah menghadapkan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Dari sisi elektabilitas, Ganjar Pranowo jauh lebih tinggi dibanding Puan Maharani. Gubernur Jawa Tengah itu sangat dikenal masyarakat sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras yang intinya kalau berkaca pada hasil survey banyak yang menilainya layak diusung oleh PDI Perjuangan menjadi calon presiden.

Namun pada sisi lain, sosok Puan Maharani juga punya kapasitas yang tidak bisa dianggap remeh di internal PDI Perjuangan. Ia adalah putri kandung Megawati Soekarnoputri yang kini menjabat Ketua Umum. Artinya Trah (Garis darah) Soekarno akan jadi pertimbangan besar soal siapa yang 'didahulukan' dapat tiket calon presiden.

Begitulah, terlepas dari betul atau tidaknya perbedaan elektabilitas berdasarkan hasil survei para lembaga survei. Namun data mereka menunjukkan bahwa ada perbedaan keinginan masyarakat terkait sosok calon presiden dalam hal ini tentu harus dipersempit dulu untuk Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Survei itu jelas menyimpulkan masyarakat lebih ingin Ganjar yang jadi presiden. Dan ini pendapat yang demokratis menurut saya.

Tapi demokratis dimasyarakat kan belum tentu demokratis di partai politik. 

Sejauh ini memang belum ada yang bisa memastikan apakah tiket capres diserahkan ke Puan. Tapi komentar-komentar dari para politisi PDIP sendiri sejauh ini sudah mengindikasikan demokratis di masyarakat itu belum tentu penting buat mereka. Garis trah tadi masih dinilai jadi faktor penting yang dapat mengubah kebijakan.

Nah, pemilu 2024 sendiri masih jauh. Karena itu, ribut-ribut internal PDI Perjuangan ini oleh para pengamat mulai disebut sebagai cara untuk melihat reaksi publik. Di Medan sering disebut dengan istilah cek ombak.

Spesifiknya menurut saya, cek ombak apakah kelakuan tak demokratis bisa mempengaruhi elektabilitas kalau dihadapkan dengan trah. Kita lihatlah..!!!***