Cegah Masuknya Warga Ilegal, Satpolairud Aceh Timur Gelar Patroli Gabungan di Selat Malaka

Patroli gabungan Satpolairud Aceh Timur untuk mengantisipasi pendatang ilegal. Foto/ ist
Patroli gabungan Satpolairud Aceh Timur untuk mengantisipasi pendatang ilegal. Foto/ ist

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Aceh Timur bersama Pos Pangkalan TNI Angkatan Laut (Pos Lanal) Idi melakukan patroli di perairan Selat Malaka.


Patroli gabungan ini untuk mengantisipasi masuknya pendatang illegal dari luar negeri serta  pengamanan jalur lalu lintas kapal di perairan wilayah hukum Polres Aceh Timur.

Patroli gabungan bergerak dari dermaga sandar Satpolairud pelabuhan PPI Kuala Idi dengan menggunakan Kapal Patroli C3 milik Satpolairud Aceh Timur pada pulul 08.30 WIB.

Patroli gabungan tersebut dipimpin oleh Kasatpolairud, Iptu Zainurrusydi, bersama Danpos Lanal Idi Letda Laut (E) Mahrifal Fahmi, menuju ke arah barat Selat Malaka perairan Idi Cut dan Bagok.

Sekira pukul 11.00 WIB Tim Patroli Satpolairud Polres Aceh Timur bertemu dengan KRI Sultan Taha Syaifudin yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Faruq dan berkordinasi tentang adanya informasi yang beredar bahwa akan adanya pendatang illegal (pengungsi Rohingya) yang akan masuk ke wilayah perairan Aceh Timur.

Selanjutnya kapal patroli melakukan pemeriksaan kelengkapan surat menyurat kapal nelayan yang sedang melaut dan memberikan imbauan agar awak kapal tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau para nahkoda kapal agar segera memberikan informasi ke Satpolairud Polres Aceh Timur ataupun ke Pos Lanal Idi jika menemukan kapal-kapal nelayan dari luar yang mencurigakan.

"Belum lama ini ada informasi bahwa pengungsi Rohingya akan masuk ke wilayah perairan Aceh Timur. Oleh karena itu kami bersama Pos Pangkalan TNI AL meningkatkan kewaspadaan untuk mengantispasi masuknya orang dari luar secara illegal," kata Iptu Zainurrusydi seperti dilansir RMOLAceh, Kamis, 11 November 2021.

Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan perangkat gampong  yang berada di pesisir apabila ada tanda-tanda masuknya pengungsi Rohingya untuk sesegera mungkin menghubungi pihak kepolisian dan TNI AL.

Namun, demikian hasil patroli hingga menjelang sore hari tersebut, tidak ditemukan tanda tanda masuknya kapal yang membawa pengungsi Rohingya.

"Sampai saat ini belum ada kapal yang kami curigai membawa pengungsi Rohingya, namun demikian patroli akan terus kita tingkatkan. Selain mengatisipasi imigran illegal, patroli ini juga bertujuan untuk mengantisipasi penyeludupan senjata, narkoba, serta perompakan di laut," ujarnya.