Cadangan Daya Melimpah, Poktan Sigompul Jaya Usul PLN Buat Program 'Jaringan Agriculture'

Kelompok Tani Sigompul Jaya/Ist
Kelompok Tani Sigompul Jaya/Ist

Kalangan petani di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sangat mengapresiasi kinerja dari pihak PLN yang membuat cadangan kelistrikan menjadi sangat mumpuni di daerah mereka. 


Hal ini diungkapkan kalangan anggota dan pengurus Kelompok Tani Sigompul Jaya, Desa Sigompul, Kecamatan Lintong ni Huta, Kabupaten Humbahas saat menghadiri diskusi 'Menakar Keandalan Listrik Food Estate Humbahas", Kamis (8/4/2021).

"Ini tentu kinerja PLN yang bisa membuat daya listrik di Humbahas kini surplus," kata Ketua Bidang Peternakan Poktan Sigompul Jaya, Juandi Sihombing.

Juandi Sihombing mengakui jika saat ini kawasan food estate menjadi salah satu fokus perhatian bagi PLN sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat tersebut. Akan tetapi, menurutnya hal ini sebaiknya juga tidak mengurangi perhatian mereka terhadap para petani yang tidak masuk dalam agenda food estate tersebut seperti kelompok-kelompok tani mandiri yang banyak terbentuk di Humbahas.

"Kami berharap PLN membuatkan program untuk petani. Kami usulkan konsepnya berupa program yang kami sebut 'Jaringan Agriculture'," ujarnya.

Mantan aktivis GMNI ini menjelaskan, program yang mereka sebut dengan istilah 'Jaringan Agliculture' ini merupakan pembangunan jaringan kelistrikan yang dikhususkan kepada pihak kelompok tani yang membutuhkan listrik untuk kegiatan pertanian mereka. Ia mencontohkan kondisi yang mereka alami saat ini dimana mereka selalu menggunakan mesin untuk memompa air dari waduk guna menyiram tanaman setiap musim kemarau.

"Harga mesinnya sekitar Rp 3 juta per unit. Padahal kalau saja bisa PLN menarik jaringan ke wilayah pertanian kami, maka itu akan jauh lebih membantu kami karena biaya yang kami keluarkan akan lebih sedikit," ungkapnya.

Ditambahkan Sihombing, sarana lain yang mereka butuhkan untuk mendukung kesejahteraan anggota Poktan Sigompul Jaya saat ini sudah semakin baik. Kondisi jalan yang menjadi akses ke ladang mereka sudah mumpuni dengan adanya pengerasan jalan. Begitu juga waduk yang senantiasa memiliki air yang tersedia sepanjang waktu.

"Makanya satu lagi yang kami butuhkan adalah tenaga listrik untuk memutar mesin pompa air. Harga pompa air listrik lebih murah dibanding mesin yang menggunakan BBM. Kami berharap impian kami ini bisa diwujudkan oleh PLN," pungkasnya.