Bursa Saham Malah Naik, Meski Pengangguran AS Tembus 22 Juta

Kinerja sejumlah indeks bursa di Amerika ditutup menguat tipis. Kinerja indeks saham di AS menguat setelah Presiden AS Donald Trump kembali membuka aktifitas ekonomi di sejumlah wilayah yang ada di AS, setelah sebelumnya ditutup. Pada perdagangan tadi malam, indeks bursa di AS sempat terpuruk setelah data klaim pengangguran AS di pekan ini sedikit lebih buruk dari ekspetktasi. Data klaim pengangguran AS sebesar 5,2 juta, lebih tinggi dari ekstektasi analis sebelumnya yang hanya memperkirakan 5 juta orang. Dalam 4 pekan terkahir ini, klaim pengangguran di AS sudah mencapai 22 juta orang. Yang menunjukan secara jelas bahwa penyebaran covid 19 di AS telah memukul ekonomi AS memicu peningkatan angka pengangguran yang  signifikan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini. IHSG dibuka menguat di level 4.544,46. Dan sejauh ini masih menguat dikisaran 4.584 dan mencoba untuk mendekati level psikologis 4.600. Disisi lain mata uang Rupiah juga menguat tajam di level 15.550 per US Dolar, dan sempat di level 15.480-an. Rupiah menguat sekitar lebih dari 100 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumya. Kinerja pasar keuangan domestik pada dasarnya masih sangat volatile karena banyak kemungkinan data-data ekonomi yang diproyeksikan bisa saja berubah. "Sejauh ini pelaku pasar masih berpatokan kepada AS baik dari sisi kinerja ekonomi maupun pengendalian penyebaran covid 19. Namun, hal ini bukan jaminan 100% bahwa masalah ekonomi akan terselesaikan, terlebih dampak ekonomi yang dirasakan negara berkembang khususnya Indonesia," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin.[R]


Kinerja sejumlah indeks bursa di Amerika ditutup menguat tipis. Kinerja indeks saham di AS menguat setelah Presiden AS Donald Trump kembali membuka aktifitas ekonomi di sejumlah wilayah yang ada di AS, setelah sebelumnya ditutup. Pada perdagangan tadi malam, indeks bursa di AS sempat terpuruk setelah data klaim pengangguran AS di pekan ini sedikit lebih buruk dari ekspetktasi. Data klaim pengangguran AS sebesar 5,2 juta, lebih tinggi dari ekstektasi analis sebelumnya yang hanya memperkirakan 5 juta orang. Dalam 4 pekan terkahir ini, klaim pengangguran di AS sudah mencapai 22 juta orang. Yang menunjukan secara jelas bahwa penyebaran covid 19 di AS telah memukul ekonomi AS memicu peningkatan angka pengangguran yang  signifikan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini. IHSG dibuka menguat di level 4.544,46. Dan sejauh ini masih menguat dikisaran 4.584 dan mencoba untuk mendekati level psikologis 4.600. Disisi lain mata uang Rupiah juga menguat tajam di level 15.550 per US Dolar, dan sempat di level 15.480-an. Rupiah menguat sekitar lebih dari 100 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumya. Kinerja pasar keuangan domestik pada dasarnya masih sangat volatile karena banyak kemungkinan data-data ekonomi yang diproyeksikan bisa saja berubah. "Sejauh ini pelaku pasar masih berpatokan kepada AS baik dari sisi kinerja ekonomi maupun pengendalian penyebaran covid 19. Namun, hal ini bukan jaminan 100% bahwa masalah ekonomi akan terselesaikan, terlebih dampak ekonomi yang dirasakan negara berkembang khususnya Indonesia," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin.