Buka Forum OPD Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Rahmayadi: Tingkatkan SDM

Edy Rahmayadi/RMOLSumut
Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan. Karena itu, SDM menurutnya, merupakan salah satu penentu majunya sebuah bangsa.


Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi saat membuka Forum OPD Bidang Industri dan Perdagangan di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (25/3). Untuk memajukan Sumut yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) besar, menurut Edy, butuh SDM yang berkualitas.

“Untuk menjadi bangsa yang maju 80% nya itu karena SDM, sisanya 20% SDA, di kita sekarang terbalik, SDA 80%, SDM 20% makanya sulit maju. Ini bukan karena kita tidak mampu, tetapi kita terlena dengan SDA yang besar, kita malas-malasan. Saya yakin kita di sini ini semuanya pintar-pintar, tetapi keinginannya untuk memajukan bangsa ini masih kecil,” kata Edy Rahmayadi, pada forum yang bertujuan untuk menyusun rencana program kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Tahun Anggaran 2022 tersebut.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menurutnya, perlu mendorong upaya-upaya masyarakat dalam meningkatkan industri dan perdagangan, khususnya ekspor. Bukan hanya pada sektor yang berskala besar, tetapi juga sektor-sektor yang kecil.

“Anda-anda yang di sini lihat di sekitar Anda, bantu masyarakat kita yang memiliki keinginan untuk bergerak lebih maju, lihat potensinya, bila ada peluang untuk ekspor atau industri yang lebih besar pacu mereka. Misalnya ada masyarakat yang mau ekspor nilam, menyan atau apapun yang kuantitasnya belum besar, dukung mereka, arahkan, bantu dan upayakan agar kuantitasnya menjadi lebih besar. Itu baru bekerja namanya,” tegas Edy.

Pola pikir yang lebih maju, diharapkan Edy, membuahkan ide-ide yang berguna untuk rencana program kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumut ke depannya. Ide-ide inovatif diperlukan karena pada saat ini perekonomian Sumut kesulitan di tengah pandemi Covid-19 .

“Tahun 2020 pertumbuhan ekonomi kita minus 1,07% bila dibandingkan dengan tahun 2019. Kenapa, daya beli masyarakat kita menurun dan ekspor kita juga melambat. Butuh tindakan dan kerja yang tidak biasa untuk menghadapi situasi yang tidak biasa ini,” tegas Edy.