Budiman Sujatmiko: Pekerjaan Fisik Akan Semakin Hilang, Digantikan Pekerjaan Imajiner

Budiman Sujatmiko saat berbicara didepan kader PDI Perjuangan Sumatera Utara/Ist
Budiman Sujatmiko saat berbicara didepan kader PDI Perjuangan Sumatera Utara/Ist

Diprediksi beberapa sektor pekerjaan fisik hingga tahun 2025 akan hilang.


Setidaknya ada 85 juta jenis pekerjaan yang banyak melibatkan kegiatan fisik di dunia itu yang akan hilang.

Hal tersebut disampaikan oleh Budiman Sujatmiko dihadapan seluruh kepala daerah, anggota DPRD dan pengurus PDI Perjuangan Sesumut saat menjadi narasumber dengan judul "Prilaku Pemilih Pemula dan Millenial Pada Pemilu 2024" diacara Rakerda III dan Rakor Pemenangan Pemilu 2024 PDI Perjuangan Sumut pada Sabtu (27/8/2022) di Hotel Le Polonia Medan.

"Walaupun ada 85 juta pekerjaan fisik di Dunia hilang diperkirakan tahun 2025 tetapi terbuka 93 juta peluang pekerjaan baru yang imajinatif dan inovatif dengan penghasilan yang lebih baik dan semuanya akan berbasis pada kemampuan beradaptasi dengan perkembagan tekhnologi," ujar Budiman Sujatmiko.

Budiman yang pernah menjadi Anggota DPR RI 2 Periode (2009 - 2019) Fraksi PDI Perjuangan menjelaskan bahwa banyak sektor pekerjaan fisik manusia digantikan oleh robot dan mesin elektronik.

"Saat ini saja sudah banyak sektor pekerjaan yang beralih kepada robot dan mesin elektronik," ungkap Budiman.

Selanjutnya Budiman sang aktor penggagas UU Desa ini mengatakan bahwa peluang pekerjaan imajinatif berada di generasi millenial yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi terutama teknologi informasi dan teknologi artificial intelligence.

"Generasi millenial yang mampu mengembangkan potensi imajiner kreatifnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut dan mampu memproduksi konten-konten menarik pasti akan bertahan di masa akan datang," lanjut Budiman.

Terkait prilaku politik Budiman menyatakan bahwa ada 54 % dari populasi penduduk Indonesia yang merupakan Generasi Y dan Z belum menentukan pilihan politiknya pada Pemilu 2024 nanti.

"Generasi Y dan Z inilah peluang PDI Perjuangan meraih  tambahan suara bila kader-kader partai mampu menyusun program dan pelatihan-pelatihan yang mengembangkan kemampuan imajiner kreatif serta inovatif yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut," pungkas Budiman.

Sesi Budiman Sujatmiko yang didampingi oleh Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut Yamitema Laoly, Meryl R Saragih dan Aswan Jaya yang berlangsung selama 3,5 jam ini mendapat respon dan perhatian yang sangat tinggi dari kader-kader partai dengan memberikan tanggapan dan beragam pertanyaan.