BPS Rilis 10 Provinsi Pengangguran Tertinggi, Sumut Tak Termasuk

Banten menjadi provinsi dengna jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia. Hal ini terlihat pada data yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT).





Kepala BPS Suhariyanto pernah mengatakan Angka TPT per Agustus 2019 lalu, kini mencapai 5,28 persen. Artinya angka TPT 5,28 persen itu setara dengan 7,05 juta orang.





"Sampai Agustus, pengangguran tertinggi ada di Provinsi Banten," kata Suhariyanto, di Gedung BPS, Selasa (5/11).





Salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Banten karena maraknya praktik percaloan tenaga kerja. Pengangguran sebetulnya jadi masalah utama di Banten.





Bahkan, Gubernur Banten Wahidin Halim juga pernah menyampaikan di depan media, pada Selasa (6/11) bahwa
ada warga di desa Kibin, Kabupaten Serang yang tidak punya kesempatan kerja akibat adanya praktik pencaloan tersebut. Dia juga mendengar ada oknum di kantor-kantor desa yang berpraktik menjadi calo tenaga kerja dengan meminta bayaran.





Selain itu, Banten punya Upah Minimum Regional (UMR) yang terbilang tinggi, sehingga mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya. Mereka lebih memilih mencari wilayah dengan upah yang relatif lebih rendah.





"Pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga kerja besar, sudah pindah ke Jawa Tengah, makanya pengangguran di sana rendah, karena UMK-nya rendah," jelas Wahidin.





Setelah Banten, Jawa Barat ada di nomor kedua yang mempunyai banyak pengangguran.





Kemudian, dari 10 provinsi dengan jumlah pengangguran ada juga DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan yang berada di posisi ke-7.





Berikut 10 Provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak hingga Agustus 2019 :



  1. Banten 8,11 persen
  2. Jawa Barat 7,99 persen
  3. Maluku 7,08 persen
  4. Kepulauan Riau 6,91 persen
  5. Sulawesi Utara 6,52 persen
  6. Papua Barat 6,24 persen
  7. DKI Jakarta 6,22 persen
  8. Aceh 6,20 persen
  9. Kalimantan Timur 6,09 persen
  10. Riau 5,97% persen.[R]



Banten menjadi provinsi dengna jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia. Hal ini terlihat pada data yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT).





Kepala BPS Suhariyanto pernah mengatakan Angka TPT per Agustus 2019 lalu, kini mencapai 5,28 persen. Artinya angka TPT 5,28 persen itu setara dengan 7,05 juta orang.





"Sampai Agustus, pengangguran tertinggi ada di Provinsi Banten," kata Suhariyanto, di Gedung BPS, Selasa (5/11).





Salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Banten karena maraknya praktik percaloan tenaga kerja. Pengangguran sebetulnya jadi masalah utama di Banten.





Bahkan, Gubernur Banten Wahidin Halim juga pernah menyampaikan di depan media, pada Selasa (6/11) bahwa
ada warga di desa Kibin, Kabupaten Serang yang tidak punya kesempatan kerja akibat adanya praktik pencaloan tersebut. Dia juga mendengar ada oknum di kantor-kantor desa yang berpraktik menjadi calo tenaga kerja dengan meminta bayaran.





Selain itu, Banten punya Upah Minimum Regional (UMR) yang terbilang tinggi, sehingga mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya. Mereka lebih memilih mencari wilayah dengan upah yang relatif lebih rendah.





"Pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga kerja besar, sudah pindah ke Jawa Tengah, makanya pengangguran di sana rendah, karena UMK-nya rendah," jelas Wahidin.





Setelah Banten, Jawa Barat ada di nomor kedua yang mempunyai banyak pengangguran.





Kemudian, dari 10 provinsi dengan jumlah pengangguran ada juga DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan yang berada di posisi ke-7.





Berikut 10 Provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak hingga Agustus 2019 :



  1. Banten 8,11 persen
  2. Jawa Barat 7,99 persen
  3. Maluku 7,08 persen
  4. Kepulauan Riau 6,91 persen
  5. Sulawesi Utara 6,52 persen
  6. Papua Barat 6,24 persen
  7. DKI Jakarta 6,22 persen
  8. Aceh 6,20 persen
  9. Kalimantan Timur 6,09 persen
  10. Riau 5,97% persen.