Bocoran KPU Menghilangkan Orisinalitas Debat

Adanya bocoran debat Pilpres 2019 oleh KPU menunjukkan seolah penyelanggara pemilu dipengaruhi oleh bayang-bayang pasangan calon capres dan cawapres.

Padahal, sejatinya agenda debat adalah bagian dari tradisi intelektualitas untuk menunjukkan kapabiltas pasangan calon.

Begitu pandangan analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/1).

"Kondisi ini memang mengesankan KPU bekerja di bawah bayang-bayang capres, seharusnya KPU konsisten dan tegas, dengan hilangnya orisinalitas debat karena soal diketahui," kata Dedi.

Jika demikian, sambung dia, debat tidak akan menarik lantaran publik kesulitan melihat sosok mana yang berpikir dan mengambil keputusan secara orisinal melalui debat dan adu gagasan tersebut.

Diberikanya bocoran materi debat, lanjut Dedi, jelas menurunkan kualitas Pilpres dari sisi intelektual.

"Seharusnya KPU memperbaiki kualitas Pilpres yang belum ada Pada pilpres lalu, bukan sebaliknya mengalah dengan tekanan politik," tutupnya.


Adanya bocoran debat Pilpres 2019 oleh KPU menunjukkan seolah penyelanggara pemilu dipengaruhi oleh bayang-bayang pasangan calon capres dan cawapres.

Padahal, sejatinya agenda debat adalah bagian dari tradisi intelektualitas untuk menunjukkan kapabiltas pasangan calon.

Begitu pandangan analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/1).

"Kondisi ini memang mengesankan KPU bekerja di bawah bayang-bayang capres, seharusnya KPU konsisten dan tegas, dengan hilangnya orisinalitas debat karena soal diketahui," kata Dedi.

Jika demikian, sambung dia, debat tidak akan menarik lantaran publik kesulitan melihat sosok mana yang berpikir dan mengambil keputusan secara orisinal melalui debat dan adu gagasan tersebut.

Diberikanya bocoran materi debat, lanjut Dedi, jelas menurunkan kualitas Pilpres dari sisi intelektual.

"Seharusnya KPU memperbaiki kualitas Pilpres yang belum ada Pada pilpres lalu, bukan sebaliknya mengalah dengan tekanan politik," tutupnya.