Binjai Tak Lagi Dapat Adipura, Karena Selama Ini Dipenuhi Adipura-Pura

Pengamat Lingkungan dan Perkotaan, Jaya Arjuna/RMOLSumut
Pengamat Lingkungan dan Perkotaan, Jaya Arjuna/RMOLSumut

Kota Binjai sudah lama tidak meraih penghargaan penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan yang diberikan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan tersebut diraih pada 2013 lalu dan belakangan tidak pernah lagi terdengar di kota berjuluk "Kota Rambutan" tersebut.


Pengamat lingkungan dan perkotaan di Sumatera Utara, Jaya Arjuna mengatakan hal ini tidak terlepas dari semakin minimnya kemampuan dari pemerintah kota Binjai dalam memenuhi berbagai kriteria yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

"Adipura itu simpel, buat kota itu hijau, bersih dan teduh. Kalau itu sudah dipenuhi, maka itu bisa dicapai," katanya saat menjadi pembicara pada diskusi "Bagaimana Buat Binjai Bagus? Smart City Binjai: Peluang, Tantangan dan Solusinya" yang digelar oleh RMOLSumut, Sabtu (24/10) malam.

Jaya Arjuna mengatakan selain dari sisi penghijauan, Adipura juga akan mampu diraih jika Binjai dapat dibangun menjadi sebuah kota yang layak huni. Predikat layak huni ini juga menurutnya bukanlah hal yang sulit, sebab hanya perlu memastikan adanya kebutuhan dasar bagi masyarakat seperti listrik, air, sanitasi yang baik dan kecukupan pangan. Kemudian ketersediaan fasilitas sosial, fasilitas kesehatan dan fasilitas ibadah.

"Intinya zaman sekarang itu semua sudah ada indikatornya. Sekarang kalau ingin kota baik itu nggak ada yang sulit. Ada 73 indikator utama dan 62 indikator tambahan yang harus dipatuhi oleh setiap pejabat pemerintahan mulai dari walikota hingga kepala lingkungan," sebutnya.

Meski tidak menjabarkan secara keseluruhan, namun pada intinya kata Jaya, penghijauan dan memaksimalkan pembangunan agar Binjai menjadi kota layak huni menjadi garis besar dari seluruh indikator tersebut. Semua itu tercantum dalam Sustainable Development Goal yang aturan didalamnya sudah jelas dan tinggal diikuti saja.

"Intinya sekarang mau tidak kita meraihnya lagi, beranikah pemerintah sekarang  menunjukkan data bahwa mereka sudah meraih seluruh indikatornya. Sekarang takut kalau data itu diketahui, jadi adipura yang selama ini bisa dibilang diraih dengan "Adipura-pura"," ungkapnya.

Selain Jaya Arjuna, pembicara lain juga hadir dalam diskusi tersebut seperti Politisi PKS yang juga Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara Hendro Susanto dan Walikota LIRA Binjai Eddy Aswari.