Bertemu Tito, Dubes Korsel Berbagi Pengalaman Sukses Selenggarakan Pemilu di Tengah Pandemi COVID-19

Korea Selatan sukses menggelar Pemilu di tengah pandemi covid-19. Dubes Kim mengatakan salah satu faktor penebabnya yakni suara yang ingin menunda atau membatalkan pemilu tergolong kecil. Sedangkan yang dominan adalah suara masyarakat yang tidak ingin kehilangan hak politik untuk memilih dan disamping ingin melihat kemampuan National Election Commission melaksanakan tugasnya disertai protokol kesehatan yang ketat. Hal ini disampaikan Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Cham Beong saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (8/6). Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang seperti yang telah dilakukan oleh Korsel pada pemilu legislatif mereka pada 15 April 2020 lalu. "Pemilu akan terselenggara dengan baik bila terjalin kerja sama sinergis antara pemerintah dan penyelenggara pemilu serta didukung oleh masyarakat dengan memastikan pelaksanaannya aman COVID-19 dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat," kata Kim. Dalam keterangan tertulis Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga yang diterima awak media disebutkan, pertemuan penuh persahabatan dan keramahtamahan itu berlangsung di ruang kerja Mendagri selama sekitar satu setengah jam. Turut mendampingi Mendagri Tito, Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Plt Dirjen Polpum Bachtiar, Plt Dirjen Keuangan Daerah M Ardian Novrianto, Kabiro Fasker Nelson Simanjuntak, dan Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga. Dubes Kim mengatakan bila dibandingkan antara jumlah populasi Indonesia yang merupakan keempat terbesar di dunia dengan jumlah penyebaran infeksi COVID yang relatif rendah, yang dicapai oleh Indonesia merupakan hasil kerja keras yang patut mendapat apresiasi. Sebagaimana diketahui, Korea Selatan telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif pada 15 April lalu yang oleh dunia internasional dipuji karena dapat berjalan di tengah pandemi COVID-19. Keberhasilan negara tersebut ditandai oleh angka partisipasi pemilih yang mencapai 62,2 persen, tertinggi sejak Tahun 1992. Tingkat partisipasi ini naik dibanding pemilu sebelumnya yang hanya 54%. Juga tidak ada laporan peningkatan penyebaran COVID-19 yang bersumber dari pelaksanaan pemilu. Tentang hal tersebut, Dubes Kim mengatakan ia merasa senang dapat berbagi pengalaman dengan Indonesia yang akan melakukan pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Dubes meyakini Indonesia dapat menyeleggarakan pilkada tahun ini berdasarkan pemahamannya bahwa Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu dan pemerintah menjalin kerja sama yang baik untuk mengupayakan keberhasilannya. Mendagri Tito Karnavian selaku pengundang dan tuan rumah kunjungan Dubes, menyampaikan terimakasih atas kesempatan bertukar pengalaman dan informasi. Mendagri mengatakan memetik banyak pelajaran dari perbincangan tersebut dan akan mendorong jajarannya bersama dengan KPU dan Bawaslu untuk mempelajari pengalaman Korea Selatan. Mendagri juga menghargai usul yang disampaikan Dubes untuk mempertemukan dan membuat kerja sama antara KPU RI dan KPU Korea Selatan dalam persiapan penyusunan protokol pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.[R]


Korea Selatan sukses menggelar Pemilu di tengah pandemi covid-19. Dubes Kim mengatakan salah satu faktor penebabnya yakni suara yang ingin menunda atau membatalkan pemilu tergolong kecil. Sedangkan yang dominan adalah suara masyarakat yang tidak ingin kehilangan hak politik untuk memilih dan disamping ingin melihat kemampuan National Election Commission melaksanakan tugasnya disertai protokol kesehatan yang ketat. Hal ini disampaikan Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Cham Beong saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (8/6). Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang seperti yang telah dilakukan oleh Korsel pada pemilu legislatif mereka pada 15 April 2020 lalu. "Pemilu akan terselenggara dengan baik bila terjalin kerja sama sinergis antara pemerintah dan penyelenggara pemilu serta didukung oleh masyarakat dengan memastikan pelaksanaannya aman COVID-19 dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat," kata Kim. Dalam keterangan tertulis Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga yang diterima awak media disebutkan, pertemuan penuh persahabatan dan keramahtamahan itu berlangsung di ruang kerja Mendagri selama sekitar satu setengah jam. Turut mendampingi Mendagri Tito, Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Plt Dirjen Polpum Bachtiar, Plt Dirjen Keuangan Daerah M Ardian Novrianto, Kabiro Fasker Nelson Simanjuntak, dan Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga. Dubes Kim mengatakan bila dibandingkan antara jumlah populasi Indonesia yang merupakan keempat terbesar di dunia dengan jumlah penyebaran infeksi COVID yang relatif rendah, yang dicapai oleh Indonesia merupakan hasil kerja keras yang patut mendapat apresiasi. Sebagaimana diketahui, Korea Selatan telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif pada 15 April lalu yang oleh dunia internasional dipuji karena dapat berjalan di tengah pandemi COVID-19. Keberhasilan negara tersebut ditandai oleh angka partisipasi pemilih yang mencapai 62,2 persen, tertinggi sejak Tahun 1992. Tingkat partisipasi ini naik dibanding pemilu sebelumnya yang hanya 54%. Juga tidak ada laporan peningkatan penyebaran COVID-19 yang bersumber dari pelaksanaan pemilu. Tentang hal tersebut, Dubes Kim mengatakan ia merasa senang dapat berbagi pengalaman dengan Indonesia yang akan melakukan pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Dubes meyakini Indonesia dapat menyeleggarakan pilkada tahun ini berdasarkan pemahamannya bahwa Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu dan pemerintah menjalin kerja sama yang baik untuk mengupayakan keberhasilannya. Mendagri Tito Karnavian selaku pengundang dan tuan rumah kunjungan Dubes, menyampaikan terimakasih atas kesempatan bertukar pengalaman dan informasi. Mendagri mengatakan memetik banyak pelajaran dari perbincangan tersebut dan akan mendorong jajarannya bersama dengan KPU dan Bawaslu untuk mempelajari pengalaman Korea Selatan. Mendagri juga menghargai usul yang disampaikan Dubes untuk mempertemukan dan membuat kerja sama antara KPU RI dan KPU Korea Selatan dalam persiapan penyusunan protokol pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.