Bertemu Menteri Malaysia, Airlangga Bahas Kampanye Negatif Kelapa Sawit

Menko Perekonomian Airlangga Hartaro menerima kunjungan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komiditi Malaysia, Zuraida Binti Kamaruddin pada Minggu kemarin (24/10).
Menko Perekonomian Airlangga Hartaro menerima kunjungan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komiditi Malaysia, Zuraida Binti Kamaruddin pada Minggu kemarin (24/10).

Kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit menjadi hal yang sangat penting untuk dituntaskan mengingat hal tersebut sangat merugikan bagi negara-negara penghasil sawit seperti Indonesia dan Malaysia.


Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komiditi Malaysia, Zuraida Binti Kamaruddin pada Minggu kemarin (24/10/2021).

Airlangga menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi signifikan karena Malaysia salah satu mitra utama bagi Indonesia di berbagai bidang perekonomian dan perdagangan.

“Pertemuan ini untuk membahas peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Malaysia, negara tetangga negara serumpun, serta berdiskusi pula terkait kebijakan kelapa sawit,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Rabu (27/10).

Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan bahwa Indonesia dan Malaysia adalah sesama negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Hal itu membuat isu kelapa sawit ini menjadi isu dan kepentingan bersama Indonesia-Malaysia.

Oleh karena itu, kedua negara ini membutuhkan sikap dan strategi bersama dalam merespon situasi yang berkembang, serta berkolaborasi melakukan advokasi positif terkait kelapa sawit.

“Saya berharap melalui pertemuan semacam ini hubungan baik antara Indonesia-Malaysia semakin produktif dan bermanfaat bagi rakyat di kedua negara,” sambungnya.

Airlangga menekankan bahwa antarpemerintah perlu selalu memperkuat komunikasi, menjalankan kolaborasi dan aksi bersama demi kepentingan nasional yang sama terkait kerja sama berbagai sektor, termasuk soal advokasi kelapa sawit yang saat ini menjadi concern bersama kedua negara.

Dengan kerja sama yang baik, saya yakin insya Allah semakin banyak peluang yang dapat kita manfaatkan sebesar-besarnya, pertama-tama untuk kepentingan pembangunan sosial ekonomi Indonesia.

“Sekaligus mempererat kerja sama kawasan di tengah kompetisi dan konstalasi perkembangan ekonomi politik antar kawasan di berbagai belahan dunia,” tutupnya.