Berang Soal Proyek 'Asal Jadi' Di Parsoburan, Gubernur Sumut: Terima Kasih Infonya, Ini Harus Ditindak

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/RMOLSumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan provinsi Ruas Parsoburan-Batas Labuhanbatu Utara yang di Kabupaten Toba yang terkesan asal jadi membuat Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berang.


Ia memastikan akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang terlibat dalam pengerjaan tersebut jika hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

"Ini harus ditindak," katanya kepada wartawan yang mengkonfirmasi soal pengerjaan proyek bernilai Rp 24,1 miliar tersebut.

Edy Rahmayadi mengatakan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara merupakan salah satu bagian dari fokus kinerja mereka yang ditujukan untuk kemakmuran masyarakat. Karena itu, siapa pun pihak yang tidak mendukung upaya ini harus dilawan.

"Nggak ada ampun soal yang begini. Untuk rakyat harus kita ini," tegasnya.

Mantan Pangkostrad ini sebelumnya sempat terlihat bingung saat wartawan memintai komentarnya terkait pengerjaan jalan yang pada plang pengumumannya tertulis dikerjakan oleh PT Eratama Putra Prakarsa dengan konsultan supervisi CV Prima Rancang dengan sumber dana dari APBD Sumatera Utara.

"Terima kasih informasinya. Kalau boleh kau kasih gambarnya sama saya," pungkasnya.

Ihwal pengerjaan proyek jalan Parsoburan-Bts Labura tersebut mencuat setelah warga mengkritik kualitasnya yang dinilai buruk dengan memposting pada media sosial. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Bambang Pardede yang dikonfirmasi pada Kamis (5/11/2021) kemarin membenarkan kondisi tersebut. Ia bahkan mengaku sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan uji petik atas kualitas pengerjaaa. Tim yang diturunkan ke lapangan sendiri merekomendasikan beberapa hal seperti perhitungan ulang ketebalan karena belum sesuai volume yang direncanakan. Kemudian perintah pembongkaran aspal yang tidak sesuai mutu sekaligus perbaikannya serta pembongkaran saluran samping/drainase.

Namun belum diketahui apakah rekomendasi tersebut sudah dijalankan atau belum, sebab Bambang yang ditemui usai rapat evaluasi OPD di Rumah Dinas Gubernur menolak untuk memberikan komentar lanjutan.

"Saya buru-buru," katanya kepada wartawan sembari berlalu ke mobilnya.