Belum Ada Pemenang Di Musda IV Partai Demokrat Sumut, Isu “Dukungan Ganda” Mencuat

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain berfoto bersama 3 calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada ajang Musda IV Partai Demokrat Sumut/RMOLSumut
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain berfoto bersama 3 calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada ajang Musda IV Partai Demokrat Sumut/RMOLSumut

Musda IV Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) sudah selesai digelar pada Senin 10 Januari 2022 lalu.


Namun sejumlah riak riak bermunculan usai perhelatan akbar DPD Partai Demokrat Sumut itu berlangsung. Hasil investigasi media ini, sejumlah pengurus mengakui masih adanya dilakukan dugaan kuat praktek praktek transaksional, tekanan hingga adanya dugaan kuat double dukungan.

Dari hasil verifikasi ada tiga nama calon, ketiga nama itu, yakni Armyn Simatupang (Anggota DPRD Sumut) mendapat dukungan 11 DPC PD, Tondi Roni Tua (Ketua Fraksi DPRD Sumut) mendapat dukungan 8 DPC PD dan M Lokot Nasution (Wakil Bendahara Umum DPP PD) mendapat dukungan 14 DPC. Namun sangat disayangkan, sudah ada yang mengaku ngaku sebagai pemenang. Padahal, keputusan pemenang masih melalui uji kelayakan atau fir and proper test melalui tim 3 yakni, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Partai Demokrat Teukur Reifky Harsya dan Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Dari informasi yang diterima dari pengurus DPD Partai Demokrat Sumut yang layak dipercaya, perolehan suara dari yang mengakui memiliki suara dukungan dari DPC PD sebanyak 14 suara, diduga kuat memperoleh suara ganda, jika ini benar benar terjadi seharusnya digugurkan. 

“Berdasarkan AD/ART dan PO, suara dukungan ganda yang diberikan Ketua DPC kepada kandidat dinyatakan batal dan akan mendapat sanksi,” tegasnya kepada media ini, Rabu (12/01/2022).

Lebih jauh katanya, jika dilakukan investigasi terhadap Ketua DPC untuk membersihkan siapa siapa saja yang melakukan double dukungan, maka yang berhak mendapat suara terbanyak adalah Armyn Simatupang, sementara M Lokot Nasution diduga kuat double dukungan lebih banyak. Bahkan, diketahui dukungan yang murni untuk Lokot Nasution hanya 2 DPC, yaitu DPC Kabupaten Tapanuli Selatan dan KabupatenPakpak Bharat. Sisanya adalah dukungan ganda atau yang sebelumnya mendukung Armyn Simatupang

“Sementara kita ketahui beliau itu Lokot terlambat datang pada saat Musda, tapi tiba tiba dia mendapat dukungan dari DPC lebih banyak, ada apa ini,” kata sumber itu.

Sebelumnya, kubu Lokot Nasution mengklaim menang di musyawarah daerah (Musda) Partai Demokrat Sumut, dibantah Wakil Sekretaris I DPD Partai Demokrat Sumatera Utara Sumut, Zulkifli. Sesuai AD/ART dan PO Partai Demokrat, hasil verifikasi dukungan ketua DPC yang dilaksanakan pada 9 dan 10 Januari 2022 bukan menjadi patokan atau penentu kemenangan dalam Musda. Sebab penentu berikutnya usai fit & proper test oleh tim 3 Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Sumut, yakni Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Kepala BPOKK.