Belajar Dari Kasus 'Sumbangan 2T', Politisi PKS: Jangan Jadi Opini Menyudutkan Dari Sisi SARA

Hendro Susanto/RMOLSumut
Hendro Susanto/RMOLSumut

Polemik yang sedang terjadi seputar sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio harus disikapi dengan bijak.


Pengusutan kasus oleh pihak berwajib harus dihormati dan isu tersebut juga sebaiknya tidak dikembangkan pada hal lain diluar fakta yang ada.

Demikian disampaikan Politisi PKS yang juga anggota DPRD Sumatera Utara, Hendro Susanto. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus selektif dalam menyikapi berbagai informasi seputar kasus tersebut sehingga tidak dimanfaatkan untuk hal lain yang bahkan berpotensi memunculkan hal berbau SARA

"Kita harus mewaspadai hoax sumbangan 2T yakni opini yang dibentuk oleh oknum yakni membanggakan bantuan 2T, lalu menyudutkan pihak lain dan kaum pribumi," kata Hendro, Selasa (3/8/2021).

Ketua Komisi A DPRD Sumaterta Utara ini menambahkan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kasus ini. Yang pertama menurutnya harus ada cek dan ricek sebelum melaksanakan kegiatan apa saja yang berkaitan dengan covid-19. Ia bahkan menyesalkan indikasi ketidakakuratan data yang membuat Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri terlibat dalam kegiatan penyerahan dana tersebut.

"Biasanya kan aparat memiliki data akurat sebelum melaksanakan sebuah kegiatan. Artinya ada indikasi bahwa Kapolda Sumsel kurang memahami visi misi dan tagline Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni Presisi," ujarnya.