Begal

RMOLSumut. Salah satu kejahatan jalanan yang sekarang kembali sering terjadi dikota Medan adalah "begal" kendaraan bermotor. Terhitung beberapa hari yang lalu aksi pencurian disertai dengan kekerasan ini diduga terjadi didekat underpass (jalan bawah tanah) disalah satu jalan dikota Medan pada suatu dini hari (informasi dari berbagai sumber).

Aksi ini sempat terekam CCTV dan kemudian menjadi viral. Masyarakatpun menjadi resah.

Aksi kejahatan seperti ini memang kerap terjadi. Korbannya pada umumnya adalah pengendara sepeda motor yang melintas dijalanan sepi pada malam hari dengan seorang diri.

Biasanya, para pelaku lebih dari satu orang. Kawanan ini kerap membawa senjata tajam dalam setiap aksinya. Bukan hanya sekedar menakut - nakuti calon korbannya, tetapi mereka juga tidak segan - segan untuk melukai sasaran.

Kritikpun kini disematkan kepihak kepolisian. Polisi dinilai lemah dalam mengantisipasi kejahatan seperti ini. Kepolisian dianggap kurang mampu melakukan upaya penangulangan.

Masyarakat diliputi rasa was-was jika bepergian pada malam hari, apalagi saat menjelang dini hari.

Upaya polisi dalam menjawab kritikan ini pun dilakukan. Beberapa waktu yang lalu polisi berhasil meringkus komplotan begal sadis yang kerap beraksi dibeberapa titik jalan dikota Medan. Bahkan dalam salah satu pengungkapannya, polisi sempat melakukan penyamaran menjadi seorang wanita yang mengendarai sebuah sepeda motor.

Melihat kerja keras polisi dan kecerdikan dalam pengungkapannya, patut kiranya diacungi jempol. Polisi telah menunjukkan kerja kerasnya dalam penanganan gangguan Kamtibmas.

Bukan perkara mudah memang untuk melakukan pengungkapan kejahatan ini. Sulitnya menentukan kapan pelaku beraksi, dimana notabene pelaku begal ini kerap pindah pindah dari satu tempat ketempat lainnya dalam melancarkan aksi mereka, sampai resiko petugas di lapangan yang bisa menjadi korban kekerasan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan para pelaku melakukan perlawan saat hendak diringkus, apalagi para pelaku ini selalu menyertai aksinya dengan membawa senjata tajam (sajam).

Dari persoalan diatas tentunya kita dapat memaklumi bagaimana beratnya tugas kepolisian. Itulah sebabnya kenapa kejahatan ini sulit diungkap.

Terlepas apapun alasannya, masyarakat mengharapkan agar polisi mesti lebih efektif lagi dalam mengupayakan penanggulangan kejahatan dimasyarakat.
Patroli rutin dan membangun kembali sinergisitas kepada semua elemen dimasyarakat menjadi kata wajib untuk dilakukan demi terciptanya suasana aman dimasyarakat.

Peran serta mewujudkan  Kamtibmas ini nyatanya tidak hanya diemban dipundak aparat kepolisian belaka. Adalah benar memang bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab besar dalam mengantisipasi berbagai jenis kejahatan termasuk kejahatan jalanan (baca : begal). Tetapi, polisi tidak akan  mampu bekerja jika tidak ada dukungan semua pihak.

Masyarakat juga harus memberikan informasi sedetail mungkin tentang informasi yang dibutuhkan kepolisian dalam kaitannya untuk mengantisipasi dan pengungkapan kejahatan - kejahatan yang ada, termasuk begal ini.

Jangan sampai polisi kehilangan informasi jika masyarakat tak bersedia mensuport informasi kekepolisian. Ditambah lagi, peranan pemerintah juga tak kalah pentingnya. Pemerintah harus mampu melakukan upaya membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya untuk mengurangi pengangguran. Diketahui, pengangguran akan menyebabkan kemiskinan dan kemiskinan membuat orang berpotensi melakukan kejahatan. Oleh sebab itu, pemerintah harus aktif dalam mengupayakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Peranan lainnya juga dimiliki oleh para Agamawan. Komunitas ini harus terjun langsung kemasyarakat dalam menyampaikan kebaikan yang berlandaskan ajaran agama. Jika ini yang dilakukan diharapkan antisipasi kejahatan apapun akan mudah dilakukan. Meskipun tak mungkin seratus persen bisa, namun setidaknya kita berupaya. [top]
 
Penulis adalah Advokat Dan Konsultan Hukum


 


RMOLSumut. Salah satu kejahatan jalanan yang sekarang kembali sering terjadi dikota Medan adalah "begal" kendaraan bermotor. Terhitung beberapa hari yang lalu aksi pencurian disertai dengan kekerasan ini diduga terjadi didekat underpass (jalan bawah tanah) disalah satu jalan dikota Medan pada suatu dini hari (informasi dari berbagai sumber).

Aksi ini sempat terekam CCTV dan kemudian menjadi viral. Masyarakatpun menjadi resah.

Aksi kejahatan seperti ini memang kerap terjadi. Korbannya pada umumnya adalah pengendara sepeda motor yang melintas dijalanan sepi pada malam hari dengan seorang diri.

Biasanya, para pelaku lebih dari satu orang. Kawanan ini kerap membawa senjata tajam dalam setiap aksinya. Bukan hanya sekedar menakut - nakuti calon korbannya, tetapi mereka juga tidak segan - segan untuk melukai sasaran.

Kritikpun kini disematkan kepihak kepolisian. Polisi dinilai lemah dalam mengantisipasi kejahatan seperti ini. Kepolisian dianggap kurang mampu melakukan upaya penangulangan.

Masyarakat diliputi rasa was-was jika bepergian pada malam hari, apalagi saat menjelang dini hari.

Upaya polisi dalam menjawab kritikan ini pun dilakukan. Beberapa waktu yang lalu polisi berhasil meringkus komplotan begal sadis yang kerap beraksi dibeberapa titik jalan dikota Medan. Bahkan dalam salah satu pengungkapannya, polisi sempat melakukan penyamaran menjadi seorang wanita yang mengendarai sebuah sepeda motor.

Melihat kerja keras polisi dan kecerdikan dalam pengungkapannya, patut kiranya diacungi jempol. Polisi telah menunjukkan kerja kerasnya dalam penanganan gangguan Kamtibmas.

Bukan perkara mudah memang untuk melakukan pengungkapan kejahatan ini. Sulitnya menentukan kapan pelaku beraksi, dimana notabene pelaku begal ini kerap pindah pindah dari satu tempat ketempat lainnya dalam melancarkan aksi mereka, sampai resiko petugas di lapangan yang bisa menjadi korban kekerasan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan para pelaku melakukan perlawan saat hendak diringkus, apalagi para pelaku ini selalu menyertai aksinya dengan membawa senjata tajam (sajam).

Dari persoalan diatas tentunya kita dapat memaklumi bagaimana beratnya tugas kepolisian. Itulah sebabnya kenapa kejahatan ini sulit diungkap.

Terlepas apapun alasannya, masyarakat mengharapkan agar polisi mesti lebih efektif lagi dalam mengupayakan penanggulangan kejahatan dimasyarakat.
Patroli rutin dan membangun kembali sinergisitas kepada semua elemen dimasyarakat menjadi kata wajib untuk dilakukan demi terciptanya suasana aman dimasyarakat.

Peran serta mewujudkan  Kamtibmas ini nyatanya tidak hanya diemban dipundak aparat kepolisian belaka. Adalah benar memang bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab besar dalam mengantisipasi berbagai jenis kejahatan termasuk kejahatan jalanan (baca : begal). Tetapi, polisi tidak akan  mampu bekerja jika tidak ada dukungan semua pihak.

Masyarakat juga harus memberikan informasi sedetail mungkin tentang informasi yang dibutuhkan kepolisian dalam kaitannya untuk mengantisipasi dan pengungkapan kejahatan - kejahatan yang ada, termasuk begal ini.

Jangan sampai polisi kehilangan informasi jika masyarakat tak bersedia mensuport informasi kekepolisian. Ditambah lagi, peranan pemerintah juga tak kalah pentingnya. Pemerintah harus mampu melakukan upaya membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya untuk mengurangi pengangguran. Diketahui, pengangguran akan menyebabkan kemiskinan dan kemiskinan membuat orang berpotensi melakukan kejahatan. Oleh sebab itu, pemerintah harus aktif dalam mengupayakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Peranan lainnya juga dimiliki oleh para Agamawan. Komunitas ini harus terjun langsung kemasyarakat dalam menyampaikan kebaikan yang berlandaskan ajaran agama. Jika ini yang dilakukan diharapkan antisipasi kejahatan apapun akan mudah dilakukan. Meskipun tak mungkin seratus persen bisa, namun setidaknya kita berupaya. [top]
 
Penulis adalah Advokat Dan Konsultan Hukum