Bayi 8 Bulan Meninggal dengan Luka Parah, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual

•HUKUM
externalexternalexternalexternal
Bayi 8 Bulan Meninggal dengan Luka Parah, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual
Ilustrasi/Ist

Article Header Image Kematian bayi perempuan berusia delapan bulan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, tengah diselidiki polisi. Bayi tersebut meninggal setelah ditemukan mengalami luka parah pada bagian dubur dan anus.

Kondisi luka yang tidak wajar itu memunculkan dugaan bayi menjadi korban kekerasan seksual. Namun, polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab luka dan kematian korban.

Kasi Humas Polres Labura, AKP Aswin Irwan mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah orangtua korban membawa bayi ke Rumah Sakit Swasta Al Azis, Rantauprapat, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Awalnya, bayi dibawa ke rumah sakit karena mengalami mual dan diare. Namun, hasil pemeriksaan dokter justru menemukan adanya luka serius pada bagian tubuh korban.

"Tapi saat menjalani proses pemeriksaan dokter diketahui bawa kelamin anak stersebut dubur dan anusnya bayi itu koyak, jadi untuk penanganan lebih lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Rantau Prapat,'' ujar Aswin, Selasa, 6 Oktober 2026.

Bayi kemudian menjalani perawatan di RSUD Rantauprapat. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban meninggal pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kasus tersebut kemudian diketahui Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Rantauprapat. Lembaga itu selanjutnya menghubungi polisi terkait kondisi bayi.

Setelah petugas datang ke RSUD Rantauprapat, orangtua korban kemudian membuat laporan kepada kepolisian.

Aswin mengatakan, polisi kini masih mendalami penyebab pasti luka hingga kematian bayi tersebut. Salah satu hal yang turut ditelusuri adalah aktivitas korban sebelum dibawa ke rumah sakit.

Sebab, saat kedua orangtuanya bekerja, bayi tersebut disebut kerap dititipkan kepada neneknya.

"Ini masih dalam penyelidikan, karena orangtua juga lagi kerja, bayi itu juga selalu dititipkan ke rumah neneknya, neneknya itu tinggal sama tiga anaknya yang usianya sudah kepala tiga, 2 perempuan, 1 laki laki baru ada satu cucu neneknya,'' ujarnya.

Selain memeriksa informasi dari keluarga, polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi luka yang dialami korban.

"Untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami informasikan," tutup Aswin. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait