Bayer resmi meluncurkan Camalus, insektisida generasi terbaru untuk petani hortikultura di Indonesia, dalam acara yang digelar di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Produk ini diklaim sebagai insektisida pertama yang mampu mengendalikan hama pengunyah dan hama penusuk-pengisap secara bersamaan dalam satu formulasi.
Peluncuran Camalus dilakukan di tengah meningkatnya sektor hortikultura nasional, dengan Sumatera Utara menjadi salah satu sentra utama produksi cabai terbesar di Indonesia. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, penggunaan Camalus terbukti mampu membantu meningkatkan produktivitas lahan, menyelamatkan hasil panen dari serangan hama, sekaligus menekan biaya produksi karena petani tidak lagi perlu mencampur beberapa jenis insektisida.
Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo, mengatakan tantangan petani hortikultura semakin kompleks karena serangan hama pengunyah dan pengisap umumnya terjadi secara bersamaan.
"Camalus hadir menjawab kebutuhan petani dengan mekanisme kerja ganda yang efektif mengendalikan kedua jenis hama sekaligus. Produk ini juga telah melalui proses riset selama sekitar 10 tahun, termasuk ratusan uji lapangan di Indonesia," ujarnya.
Camalus mengombinasikan dua bahan aktif, Tetraniliprole dan Spirotetramat, yang bekerja secara sistemik ke seluruh jaringan tanaman. Dilengkapi teknologi perekat, insektisida ini tetap efektif memberikan perlindungan lebih lama, termasuk setelah hujan, serta kompatibel dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Produk ini ditujukan untuk berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, kubis, bawang merah, kentang, semangka, jeruk, dan mangga.
Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang memasarkan Camalus setelah India dan Filipina. Peluncuran di Simalungun turut dihadiri sekitar 350 petani yang juga menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan Camalus pada lahan cabai, tomat, dan kubis.
Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono, mengatakan Bayer berkomitmen memastikan teknologi pertanian terbaru dapat diakses lebih luas oleh petani.
Sepanjang 2026, Bayer akan memperluas distribusi Camalus ke 13 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali. Produk ini dipasarkan dalam kemasan co-pack 100 ml melalui jaringan kios tani, termasuk Better Life Farming Center (BLFC).
