Bamsoet Ingkari Janji

Manuver politik dengan menyatakan maju calon Ketum Golkar yang dilakukan oleh Bambang Soesatyo dinilai sebagai sebuah pengingkaran komitmen kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Sebab, manuver ini dilakukannya setelah mendapat jatah menjadi Ketua MPR.





Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengaku tidak kaget dengan manuver Bamsoet. Kata Ali pernyataan Bamsoet sebelum terpilih sebagai Ketua MPR merupakan taktik politik untuk memuluskan merebut kursi Ketua MPR.





"Dari awal sudah saya tebak kalau Bamsoet pada akhirnya akan mengatakan maju lagi untuk Munas Golkar. Karena dulu itu istilahnya cooling down, bukan secara tegas bilang tdk akan maju lagi. Jadi itu sebagai taktik politik biar lancar jadi ketua MPR," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Beita Politik RMOL, Selasa (5/11).





Ali Rif'an menjelaskan bahwa dinamika politik Partai Golkar sangatlah dinamis karena tidak memiliki veto player seperti partai lainnya. Meski demikian, konsekuensi majunya Bamsoet akan berdampak pada kegaduhan politik di tubuh partai beringin.





"Kalau gaduh nanti bisa mengganggu konsolidasi menjelang Pilkada 2020," kata Ali.[R]


Manuver politik dengan menyatakan maju calon Ketum Golkar yang dilakukan oleh Bambang Soesatyo dinilai sebagai sebuah pengingkaran komitmen kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Sebab, manuver ini dilakukannya setelah mendapat jatah menjadi Ketua MPR.





Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengaku tidak kaget dengan manuver Bamsoet. Kata Ali pernyataan Bamsoet sebelum terpilih sebagai Ketua MPR merupakan taktik politik untuk memuluskan merebut kursi Ketua MPR.





"Dari awal sudah saya tebak kalau Bamsoet pada akhirnya akan mengatakan maju lagi untuk Munas Golkar. Karena dulu itu istilahnya cooling down, bukan secara tegas bilang tdk akan maju lagi. Jadi itu sebagai taktik politik biar lancar jadi ketua MPR," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Beita Politik RMOL, Selasa (5/11).





Ali Rif'an menjelaskan bahwa dinamika politik Partai Golkar sangatlah dinamis karena tidak memiliki veto player seperti partai lainnya. Meski demikian, konsekuensi majunya Bamsoet akan berdampak pada kegaduhan politik di tubuh partai beringin.





"Kalau gaduh nanti bisa mengganggu konsolidasi menjelang Pilkada 2020," kata Ali.