Astaga, Warga Meninggal Dunia Di Bilik Suara

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di di Kabupaten Purworejo, hari ini berjalan lancar. Tapi ada kisah duka. Seorang warga meninggal dunia saat mencoblos di bilik suara.

Kapolsek Grabag, AKP Sarpan, menyatakan peristiwa yang membuat geger warga itu terjadi di Dukuhdungus, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.

Saat itu korban yang bernama, Inggit Sudibyo (28), sedang mengikuti antrian pemungutan suara pilkades di balai desa Dukuh Dungus bersama masyarakat lainnya.

Pada saat menerima panggilan dari panitia pemilihan, korban mendekat pada petugas pencatat dan menukar kartu undangan dengan kartu suara. Selanjutnya korban masuk ke bilik untuk mencoblos.

Saat berada di bilik suara, korban terjatuh. Panitia dan petugas kesehatan langsung membopong korban ke kantor desa Dukuhdungus untuk dilakukan pertolongan pertama dan perawatan.  

Namun setelah diadakan pemeriksaan oleh perawat/bidan, tidak didapatkan tanda-tanda kehidupan," terang Sarpan seperti dilansir RMOL Jateng, Kamis (31/1).

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Grabag. Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, dr Chris Bandaru, dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, memang sejak kecil pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mempunyai riwayat penyakit kanker darah.


Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di di Kabupaten Purworejo, hari ini berjalan lancar. Tapi ada kisah duka. Seorang warga meninggal dunia saat mencoblos di bilik suara.

Kapolsek Grabag, AKP Sarpan, menyatakan peristiwa yang membuat geger warga itu terjadi di Dukuhdungus, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.

Saat itu korban yang bernama, Inggit Sudibyo (28), sedang mengikuti antrian pemungutan suara pilkades di balai desa Dukuh Dungus bersama masyarakat lainnya.

Pada saat menerima panggilan dari panitia pemilihan, korban mendekat pada petugas pencatat dan menukar kartu undangan dengan kartu suara. Selanjutnya korban masuk ke bilik untuk mencoblos.

Saat berada di bilik suara, korban terjatuh. Panitia dan petugas kesehatan langsung membopong korban ke kantor desa Dukuhdungus untuk dilakukan pertolongan pertama dan perawatan.  

Namun setelah diadakan pemeriksaan oleh perawat/bidan, tidak didapatkan tanda-tanda kehidupan," terang Sarpan seperti dilansir RMOL Jateng, Kamis (31/1).

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Grabag. Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, dr Chris Bandaru, dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, memang sejak kecil pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mempunyai riwayat penyakit kanker darah.