Asner Silalahi, Putra Kebanggaan Siantar Yang Mengabdi Hingga Ke Papua

Asner Silalahi dan Susanti Dewayani saat menerima rekomendasi PDI Perjuangan/RMOLSumut
Asner Silalahi dan Susanti Dewayani saat menerima rekomendasi PDI Perjuangan/RMOLSumut

Duka mendalam meliputi Kota Pematangsiantar atas wafatnya calon walikota terpilih, Asner Silalahi. Asner Silalahi menjadi sosok yang dinilai sangat mumpuni membangun Kota Pematangsiantar dalam lima tahun kedepan.


Hal ini terlihat dari dukungan seluruh partai politik yang membuatnya menjadi calon tunggal pada Pilkada Kota Pematangsiantar 2020 lalu. 

Bersama pasangannya Susanti Dewayani, mereka memperoleh suara sebanyak 87.764 mengalahkan kolom kosong 25.593 pada pilkada 9 Desember 2020 lalu.

Hasil ini memperlihatkan Asner yang sangat diterima di Pematangsiantar yang merupakan kota kelahirannya 59 tahun silam. Asner yang dibesarkan dari keluarga sederhana dimana ayahnya merupakan PNS di Dinas Koperasi dan ibu seorang guru menghabiskan masa kecilnya di Jalan Sidamanik, Kelurahan Martimbang, Kota Pematangsiantar. 

Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri 48, SMP Negeri 3, dan SMA Negeri 1 Siantar. Kemudian ia melanjutkan kuliah di di Fakultas Teknik Sipil Universitas Darma Agung Medan.

Setelah menyelesaikan kuliah, pada umur 26 tahun, Asner telah bekerja sebagai konsultan konstruksi bangunan. Awalnya Asner dipercaya menangani pembangunan irigasi di Kabupaten Simalungun. Dirinya kemudian melanjutkan karier ke Papua dan terlibat langsung dalam beberapa pembangunan proyek nasional bersama Kementerian PUPR. Jembatan kebanggaan masyarakat Papua, Jembatan Merah Youtefa sepanjang 732 meter yang menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi sekaligus jembatan yang memecahkan rekor MURI sebagai jembatan terpanjang di Indonesia merupakan proyek yang pernah ditanganinya.

Tidak hanya itu, nama Asner Silalahi juga ikut dalam proyek pembangunan Jalan Trans Papua yang menjadi salah satu program ambisius Presiden Joko Widodo di sana.

Rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar, membuatnya kembali kembali dan ingin mengabdikan diri membangun Asner pada kota kelahirannya dengan mencalonkan diri menjadi calon walikota.

Bak gayung bersambut, keinginan Asner ini didukung partai politik yang semuanya menilai sosoknya akan mampu mengemban jabatan sebagai pemimpin di Pematangsiantar.

"Asner adalah sosok yang memiliki mimpi besar untuk memajukan Kota Pematangsiantar. Dan kami melihat kesungguhannya dan kapasitasnya untuk mewujudkan mimpinya itu," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat, Rabu (13/1).

Djarot mengatakan saat mendaftar ke PDI Perjuangan, Asner hanya menyampaikan jika dirinya benar-benar ingin membangun kota kelahirannya. Dengan kemampuannya ia yakin mampu mewujudkan hal itu.

"Dia mau pakai kemampuannya, pengalamannya dan jaringan yang dimilikinya untuk membangun Kota Siantar. Infrastruktur Kota Siantar menurutnya harus dibenahi," ungkap Djarot.

Bagi PDI Perjuangan, Asner juga menjadi sosok yang istimewa. Sebab, kader binaan PDI Perjuangan yakni Risma Trismaharini ternyata menjadi sosok yang diidolakan oleh Asner.

"Kami PDI Perjuangan sangat berduka. Semoga beliau mendapat tempat terbaik disisi Tuhan. Terkhusus untuk keluarga, semoga diberi ketabahan," demikian Djarot Syaiful Hidayat.