Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan pemerintah kabupaten/kota diingatkan agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat. Tanpa pemahaman yang cukup, investasi justru bisa menjadi pintu masuk kerugian finansial.
ASN juga diminta lebih disiplin mengelola gaji bulanan, mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga, menyiapkan dana darurat hingga merencanakan pendidikan anak dan masa pensiun.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, mengatakan pengelolaan keuangan pribadi menjadi hal penting bagi ASN, selain menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“ASN memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Namun, ASN yang profesional dan produktif juga perlu memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Gaji yang diterima setiap bulan harus dikelola dengan bijak, bukan hanya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan sesaat,” kata Timur dalam kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia mengingatkan ASN agar memastikan produk investasi yang dipilih legal, terdaftar, dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan berinvestasi juga harus didasarkan pada pengetahuan mengenai risiko, bukan sekadar mengikuti tren atau iming-iming keuntungan.
Menurut Timur, kemampuan mengatur penghasilan tidak hanya diukur dari besarnya gaji, tetapi juga dari cara seseorang membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyusun perencanaan keuangan secara disiplin.
ASN juga perlu menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga. Perencanaan biaya pendidikan anak, kesehatan, dan masa pensiun dinilai penting agar kondisi keuangan keluarga tetap terjaga.
“Kesejahteraan keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi bagaimana penghasilan tersebut dikelola dengan baik. ASN yang sejahtera secara finansial akan bekerja lebih tenang, produktif, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026 yang mengangkat tema ASN Cerdas, Bijak Berinvestasi Mewujudkan Kesejahteraan di Masa Depan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya mengenali investasi legal, memahami risiko, serta menghindari investasi ilegal dan praktik judi online.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Evan Botung Daulay, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan ASN agar lebih mampu mengenali risiko dan terhindar dari berbagai kejahatan keuangan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Sumut, Pegadaian, Mandiri Sekuritas, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara.
Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan tidak hanya memahami pilihan investasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara cermat dan bertanggung jawab demi menjaga kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang. 
