Apresiasi Pembatalan Mobnas Rp 1,7 M, Kaum Milenial: Bupati Labusel Paham Kebatinan Masyarakat

Bupati Labusel H Edimin/Ist
Bupati Labusel H Edimin/Ist

Kotapinang. Dukungan kepada Bupati Labuhabatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, H. Edimin terus mengalir.


 Dukungan datang setelah pria yang akrab disapa Haji Asiong itu menolak pengadaan mobil dinas baru seharga Rp. 1,78 miliar.

Baru-baru ini viral pemberitaan Bupati Labusel menolak pengadaan mobil dinas baru seharga hampir Rp. 2 M. Penolakan itu mendapat respons positif dari masyarakat.

Haji Asiong yang menjabat sebagai Bupati Labusel pada 22 Juli 2021, mendapatkan jatah kendaraan dinas baru pada APBD 2021. Awalnya, Pemkab Labusel mengusulkan kendaraan berupa Toyota Land Cruiser jenis Prado.

Mengetahui harga mobil yang fantastis sebesar Rp 1,78 M, Bupati yang merupakan kader PDI Perjuangan itu langsung memintanya untuk dikaji ulang. Lalu, pihak Sekdakab mengusulkan Mitsubishi Pajero, dan kembali ditolak.

Akhirnya, Haji Asiong meminta Toyota Innova seharga sekitar Rp. 500 juta untuk kendaraan operasional sehari-hari saat bertugas.

Gayung bersambut, Wakil Bupati Labusel A. Padli Tanjung juga setuju mereka berdua menggunakan Innova sebagai mobil dinas. Sebelumnya, untuk wakil dianggarkan Rp. 730 juta yang rencananya dibelanjakan Mitsubishi Pajero.

Bupati Labusel H. Edimin mengatakan, sisa anggaran mobil dinas tersebut bisa diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19. Alasan lain, Pemkab Labusel sedang mengalami defisit anggaran, sehingga penggunaannya harus sesuai kebutuhan dan prioritas.

Ketua Pengurus Cabang Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Labuhanbatu Selatan (PC Sapma PP Labusel), Ilham Daulay mengapresiasi keputusan Bupati Labusel tersebut. Menurutnya, sikap mantan Ketua DPRD Labusel itu adalah sebagai bentuk bisa memahami kebatinan masyarakat.

Di tengah himpitan ekonomi apalagi saat pandemi saat ini, Haji Asiong telah mampu memahami dan merasakan keadaan warga yang dipimpinnya.

"Ini membuktikan beliau sangat peka, bukan kepala daerah kaleng-kaleng," kata Ilham Daulay, tokoh milenial itu.

Ketua Pengurus Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Bhayangkara Resort Labuhabatu itu menyadari, sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan Haji Edimin saat ini. Pasalnya, duet Edimin-Padli baru dilantik pada akhir Juli, dan anggaran dalam keadaan minus.

"Artinya, penolakan mobil dinas baru seharga Rp 1,78 miliar ini, adalah sebagai prestisius, sebagai terobosan," ujar Ilham Daulay.

Menurutnya, hal lain yang menjadi catatan positif dari Bupati Labusel adalah, sering turun ke lapangan, menyapa masyarakat dan sidak. Sidak bertujuan untuk mendisiplinkan para pegawai dan merapikan aset pemkab.

Dan tidak kalah penting, pemkab di bawah kepemimpinan Haji Edimin sudah merampungkan APBD-P 2021, berpacu menyusun RPJMD 2021-2026, dan sedang menggodok Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2022.

"Bapak Bupati dan Wakil Bupati Labusel, bekerjalah dengan baik dan penuh semangat, saya yakin bapak berdua akan didukung dan semakin dicintai masyarakat," ucap Ilham Daulay.