Sial betul nasib tiga pelaku ini. Niat membobol rumah, yang dipilih justru milik seorang polisi wanita. Kurang dari 24 jam, mereka langsung “dijemput” aparat.
Kasus pencurian dengan pemberatan ini terjadi di rumah milik Widi Anita Sihombing, anggota Polri yang berdinas di Polres Pematangsiantar, di Jalan Asahan Km 4, Nagori Pamatang Simalungun, Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat korban bersama suaminya tiba di rumah, ada yang janggal. Keyboard Yamaha PSR-E473 yang biasa tergeletak di ruang tamu mendadak lenyap. Setelah dicek, jendela belakang rumah sudah dalam kondisi rusak, diduga dicongkel pelaku.
Tak hanya keyboard, maling juga menggondol sepatu On Cloud, dua raket badminton, hingga dua tabung gas 3 kilogram. Total kerugian ditaksir mencapai Rp10,55 juta.
Laporan langsung masuk ke Polsek Bangun. Responsnya cepat. Tim Unit Reskrim yang dipimpin Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan dan Kanit Reskrim IPDA B. Situngkir bergerak memburu pelaku.
“Begitu identitas pelaku terpetakan, tim langsung bergerak melakukan penangkapan di lokasi berbeda pada malam yang sama,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Selasa, 31 Maret 2026.
Hasilnya, tiga pelaku berhasil diringkus dalam hitungan jam. Tersangka RBAP ditangkap lebih dulu sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Sangnawaluh, Siantar Timur. Disusul RNS pukul 22.30 WIB di depan rumahnya di Nagori Pamatang Simalungun. Terakhir, tersangka KKNS dibekuk pukul 23.30 WIB di Jalan Pangaribuan, Siantar Selatan. Satu pelaku lain berinisial A masih diburu.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari gunting seng yang dipakai merusak jendela, hingga barang curian seperti keyboard, sepatu, raket badminton, dan tabung gas.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menegaskan, pengungkapan cepat ini jadi bukti respons aparat terhadap laporan masyarakat.
“Ini bukan sekadar slogan. Setiap laporan ditindaklanjuti secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Kapolsek Hengky menambahkan, pihaknya tak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan. “Kami pastikan setiap tindak pidana akan ditindak tegas demi menjaga keamanan wilayah,” tegasnya.
Kini ketiga tersangka menjalani pemeriksaan intensif. Sementara satu pelaku lain masih dalam pengejaran. Kasus ini jadi pengingat: salah pilih target, risikonya bisa langsung berhadapan dengan hukum dalam waktu singkat. 
