Persoalan antrian warga untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di Kota Medan hingga hari ini, Senin, 20 Juli 2026. Hal ini terus menjadi sorotan karena membuat masyarakat terus merasakan kesusahan.
Ironisnya, bukan persoalan yang diselesaikan namun pihak Pertamina melalui anak perusahaannya terus menerus menyampaikan pernyataan yang menyebutkan seolah distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara khususnya di Kota Medan sudah normal.
“Hari ini saya membaca pernyataan dari Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan di media yang menyebut mereka sudah bergerak cepat dengan memperkuat armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pernyataan yang kontradiktif dengan kondisi lapangan di Kota Medan,” kata Ketum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, Senin, 20 Juli 2026.
Rahmat Taufiq mengatakan, pertengahan pekan lalu ungkapan bahwa kondisi distribusi BBM sudah normal di Sumatera Utara terutama Kota Medan juga disampaikan oleh pihak Pertamina melalui anak perusahaannya PT Patra Niaga. Menurutnya, pernyataan-pernyataan ini sangat melukai hati masyarakat karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Bagaimana mungkin masyarakat disuguhi kata “sudah normal” oleh pihak Pertamina, sementara antrian masih mengular di semua SPBU yang ada. Ini menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak memiliki sensitivitas terhadap penderitaan masyarakat. Pemerintah sebaiknya mengevaluasi para pejabat di Pertamina yang komunikasinya justru semakin melukai hati rakyat,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Elnusa Petrofin (EPN) anak usaha Elnusa Tbk (ELSA) pada sejumlah media di Jakarta menyebutkan jika terus memperkuat keandalan operasional distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Hal ini sebagai bentuk komitmen mendukung kelancaran penyaluran energi sesuai penugasan dari PT Pertamina Patra Niaga. Berbagai langkah percepatan operasional telah dijalankan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi serta menjaga ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa perusahaan terus mengerahkan seluruh sumber daya terbaik untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
“Keandalan distribusi energi merupakan prioritas utama kami. Elnusa Petrofin bergerak cepat dengan memperkuat armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Langkah-langkah ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memastikan layanan distribusi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Doni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Dalam mendukung percepatan distribusi, perusahaan menambah jumlah armada operasional melalui skema spot charter sehingga jumlah mobil tangki yang siap beroperasi meningkat menjadi 176 unit. Jumlah tersebut juga termasuk mobil tangki tambahan dari Jakarta maupun lokasi lain yang tiba secara bertahap guna memperkuat kapasitas angkut di wilayah Sumatra Utara.
Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan menambah 41 Awak Mobil Tangki (AMT) dari berbagai wilayah operasional serta mendapat dukungan personel TNI sebagai pengemudi bantuan sehingga total jumlah AMT menjadi 711 personil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Optimalisasi distribusi juga dilakukan melalui pemantauan armada secara real-time oleh Road Traffic Control (RTC) serta seluruh Tim Operasi baik yang berada di lapangan maupun di pusat. Pengawasan tersebut difokuskan pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki agar perputaran armada semakin cepat dan efektif, sehingga kapasitas penyaluran BBM dapat terus ditingkatkan.
