Airlangga Pastikan Pasokan Obat Dan Oksigen Untuk Luar Jawa-Bali Terjaga Baik

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok

Pemerintah menjamin pasokan oksigen dan obat-obatan serta kapasitas tempat tidur di 25 kota dan kabupaten di luar pulau Jawa dan Bali yang melaksanakan PPKM level 4 sejak awal pekan ini dapat terjaga dengan baik.


Pemeintah terus memonitor jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di seluruh daerah. Pemerintah daerah yang melaksanakan PPKM level 4 di wilayahnya, telah diberi target untuk mengirim laporan harian terkait peningkatan kasus, kondisi BOR (bed occupancy rate), obat-obatan dan jumlah oksigen yang dimiliki masing-masing daerah.

“Khusus di luar Jawa, BOR saat ini masih sekitar 70 persen dari fasilitas yang ada di RS. Fasilitas ini rencananya akan kita tingkatkan hingga BOR bisa di kisaran 40 persen,” kata Menko Airlangga, yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu, Kamis (29/7).

Ditambahkan Airlangga, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga pasokan obat-obatan dan oksigen. Termasuk jika sewaktu-waktu, ada kekurangan yang muncul di suatu wilayah.

Pasalnya, di luar Jawa juga banyak daerah yang menjadi penghasil Oksigen. Misalnya Pupuk Kaltim di Kalimantan Timur, Pusri di Sumatera Selatan atau Samator di Pulau Batam.

Selain itu, kiriman bantuan oksigen dari beberapa negara sahabat seperti Singapura, India dan Korea Selatan sudah didistribusikan ke berbagai daerah.

“Kami terus mengadakan reorganisasi logistik dan distribusi oksigen ini dibantu dengan data yang ada Kemenkes. Kita akan terus monitor secara keseluruhan, dengan rumah sakit yang ada kita juga terus jaga komunikasinya,” kata Airlangga.

Dengan sejumlah langkah ini, Airlangga memastikan jika sewaktu-waktu di luar Jawa terjadi kekurangan fasilitas, obat-obatan serta oksigen bisa segera tertangani dengan baik.

Sebagai penanggung jawab penanganan PPKM Berjenjang di luar Pulau Jawa dan Bali, Airlangga memastikan jika up-date itu selalu dilakukan secara real time melalui Kemenkes. Selain itu, pemerintah juga sudah membentuk Satgas Covid dan Satgas Oksigen. Bahkan seluruh rumah sakit yang ada diminta untuk menginput data sehingga bisa selalu termonitor dengan baik.