Airlangga Optimis Golkar Sumut Mampu Jaring 2 Juta Kader

Raker dan Rapim DPD Golkar Sumatera Utara./Dok
Raker dan Rapim DPD Golkar Sumatera Utara./Dok

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis Dewan Pengurus Daerah Golkar Sumatera Utara mampu bekerja memenuhi target menjaring dua juta kader hingga menjelang Pilpres tahun 2024 mendatang.


Sikap optimis itu disampaikan Airlangga saat membuka secara virtual rapat kerja (Raker) dan rapat pimpinan (Rapim) I Partai Golkar Sumut di Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sabtu (3/4).

“Bila target DPD Partai Golkar Sumut dengan 2 juta kader ini tercapai, akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di pulau Sumatera. Saya optimistis, ini akan tercapai," ujar Airlangga.

Airlangga menambahkan, dengan merengkuh dua juta, Golkar Sumut sudah meraih suara minimal 30% dari jumlah pemilih di Sumut.

“Saya mengharapkan seluruh elemen Golkar di Sumut supaya tetap menjaga soliditas. Kalau Sumut bangkit, Golkar di Pulau Sumatera pasti akan bangkit," katanya.

Airlangga mengajak semual elemen Golkar untuk bergerak berbuat yang terbaik di tengah masyarakat.  

“Kita semua harus bergerak. Mulai dari tingkat DPP, DPD, DPC hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan dan lingkungan. Turun langsung membuat kegiatan positif membantu masyarakat," pinta Airlangga.

Mantapkan Konsolidasi

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah menginstruksikan seluruh pengurus maupun kader untuk memantapkan konsolidasi. Ia meminta seluruh pengurus dan kader memanaskan mesin partai di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

“Soliditas pengurus dan kader dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial, hadir dalam memberikan bantuan terhadap masyarakat korban musibah bencana alam,” kata politikus yang akrab disapa Ijeck itu.

Ijeck mengatakan, mesin partai  sudah memperlihatkan hasil positif saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember 2020. Dari 23 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada, Golkar berhasil meraih 70% kemenangan.

Wakil Gubernur Sumut itu, meminta kader Golkar Sumut tidak berpuas diri. Sebaliknya, Golkar di kabupaten/kota harus lebih meningkatkan kinerjanya, termasuk mendorong kepala daerah terpilih melaksanakan pembangunan.

“Peran kepala daerah dalam memimpin daerah harus ditingkatkan agar lebih dipercaya masyarakat. Kader Golkar di lembaga legislatif juga harus meningkatkan perannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kader Golkar tidak boleh berpangku tangan,” tegas Ijeck.

Ijeck yakin, jika kerja keras ini terus ditingkatkan, bukan hal yang mustahil, bahwa pada pesta demokrasi 2024 mendatang, Golkar bisa meraih  kemenangan.

“Kuncinya hanya satu, jangan tinggalkan masyarakat. Kehadiran Golkar harus dirasakan masyarakat,” tandas Ijeck.