Air Mati, Pelanggan Tirtanadi Kembali Kesulitan

Warga berunjuk rasa ke Kantor Tirtanadi Cabang Padang Bulan beberapa waktu lalu/RMOLSumut
Warga berunjuk rasa ke Kantor Tirtanadi Cabang Padang Bulan beberapa waktu lalu/RMOLSumut

Keluhan dari pelanggan Perumda Tirtanadi kembali muncul akibat layanan air yang tidak lancar.


Keluhan mengenai air yang macet ini muncul dari warga di kawasan Jalan Beringin Pasar VII, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Air kami mati mulai pagi tadi, itu bikin sulit untuk beraktifitas. Untuk mandi saja susah,” kata salah seorang warga Erlangga.

Erlangga mengaku untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka terpaksa membeli air isi ulang. Hal yang menurutnya membuat pengeluaran menjadi bertambah.

“Kita berharap pihak Tirtanadi bekerjalah dengan baik dalam pelayanan air bersih. Kita kan bayar,” ujarnya.

Selain keluhan air mati di kawasan Jalan Beringin, kondisi air macet juga dialami warga di kawasan Jalan Merica Raya, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu. Warga di kawasan ini bahkan mengeluhkan air yang mati hampir setiap hari.

“Kita merasa aneh aja, dulu nggak pernah mati air disini. Sekarang, mulai pagi sampai sore selalu mati, malam baru hidup,” ujar Susi salah seorang warga.

Susi mengatakan, keluhan ini sudah beberapa kali mereka sampaikan kepada pihak Tirtanadi. Namun, respon perbaikan pelayanan hanya sesaat saja, selanjutnya kejadian air macet kembali berulang.

“Kemarin kami sampai protes ke kantor Tirtanadi cabang Padang Bulan, setelah itu lancar beberapa hari. Sekarang sudah macet-macet lagi,” ungkapnya.

Warga berharap layanan air bersih dari Tirtanadi terus diperbaiki. Manajemen perusahaan milik Pemprov Sumut tersebut menurut mereka seharusnya mampu menunjukkan pelayanan berkualitas mengingat anggaran yang digunakan sangat besar.

“Nggak usahlah banyak posting-posting kegiatan Dirut Tirtanadi Kabir Bedi di media sosial yang seolah-olah semua untuk peningkatan kualitas. Tunjukkan aja dalam bentuk layanan, bukan hanya posting kegiatan dan umbar pemberitaan soal kerjasama disana-sini,” sindirnya.