Aidil: Kemenangan Prabowo-Sandi di Sumatera Tidak Terlepas Dari Dukungan UAS

RMOLSumut. Pakar komunikasi politik asal Riau Dr.Aidil Haris di sela-sela kunjungannya di Medan mengatakan kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Riau sebenarnya sudah bisa ditebak jauh-jauh hari, Minggu (21/4/2019).

Dosen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini melihat kemenangan Prabowo-Sandi di Sumatera khususnya Riau juga ada pengaruhnya dengan Ustadz Abdul Somad.
"Besarnya suara yang di dapat pasangan Prabowo-Sandi di Sumatera khususnya Riau tidak terlepas dari dukungan Ustadz Somad", kata Aidil.

Apalagi dari beberapa survei yang dilakukan berbagai lembaga memang menempatkan Riau sebagai salah satu basis suara pasangan ini. Meskipun pasangan Jokowi-Ma'aruf didukung sejumlah Kepala Daerah Riau Aidil mengatakan tidak berpengaruh banyak dalam mendongkrak suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Riau.

"Deklarasi kepala daerah ini lebih secara pribadi, bukan atas nama institusi, ini harus kita pilah, gak bisa pula ini kita menjustifikasikannya, dia sebagai gubernur, bupati atau walikota, walaupun bisa dikaitkan," beber Aidil.

Tak heran kata Aidil, dukungan para kepala daerah ini tidak banyak mempengaruhi pemilih. Menguatnya dukungan pemilih di Riau kepada paslon 02 lebih kepada keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan saja, terutama dari segi ekonomi.
Apalagi para kepala daerah di Riau tidak bergerak dan melakukan sosialisasi atas dukungan itu secara persuasif kepada masyarakat. "Hanya deklarasi saja, tidak ada pergerakan mengajak secara persuasif," ucap Aidil yang juga mantan wartawan senior di Riau ini.

Disamping itu, naiknya dukungan kepada paslon 02 lebih kepada keinginan untuk perubahan di kepemimpinan bangsa. Tak hanya Riau kata Aidil, hampir semua daerah di Sumatera terjadi hal yang sama, sehingga tidak heran Prabowo-Sandi bisa memenangi sebagian besar suara di Provinsi yang ada di Sumatera.

"Keinginan masyarakat saat ini tidak neko-neko, apa yang menjadi kebutuhan itu mudah di dapat, harga terjangkau. Itulah yang menjadi dasar gejolak untuk mengganti pemimpin itu cukup besar," pungkasnya. [krm]


RMOLSumut. Pakar komunikasi politik asal Riau Dr.Aidil Haris di sela-sela kunjungannya di Medan mengatakan kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Riau sebenarnya sudah bisa ditebak jauh-jauh hari, Minggu (21/4/2019).

Dosen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini melihat kemenangan Prabowo-Sandi di Sumatera khususnya Riau juga ada pengaruhnya dengan Ustadz Abdul Somad.
"Besarnya suara yang di dapat pasangan Prabowo-Sandi di Sumatera khususnya Riau tidak terlepas dari dukungan Ustadz Somad", kata Aidil.

Apalagi dari beberapa survei yang dilakukan berbagai lembaga memang menempatkan Riau sebagai salah satu basis suara pasangan ini. Meskipun pasangan Jokowi-Ma'aruf didukung sejumlah Kepala Daerah Riau Aidil mengatakan tidak berpengaruh banyak dalam mendongkrak suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Riau.

"Deklarasi kepala daerah ini lebih secara pribadi, bukan atas nama institusi, ini harus kita pilah, gak bisa pula ini kita menjustifikasikannya, dia sebagai gubernur, bupati atau walikota, walaupun bisa dikaitkan," beber Aidil.

Tak heran kata Aidil, dukungan para kepala daerah ini tidak banyak mempengaruhi pemilih. Menguatnya dukungan pemilih di Riau kepada paslon 02 lebih kepada keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan saja, terutama dari segi ekonomi.
Apalagi para kepala daerah di Riau tidak bergerak dan melakukan sosialisasi atas dukungan itu secara persuasif kepada masyarakat. "Hanya deklarasi saja, tidak ada pergerakan mengajak secara persuasif," ucap Aidil yang juga mantan wartawan senior di Riau ini.

Disamping itu, naiknya dukungan kepada paslon 02 lebih kepada keinginan untuk perubahan di kepemimpinan bangsa. Tak hanya Riau kata Aidil, hampir semua daerah di Sumatera terjadi hal yang sama, sehingga tidak heran Prabowo-Sandi bisa memenangi sebagian besar suara di Provinsi yang ada di Sumatera.

"Keinginan masyarakat saat ini tidak neko-neko, apa yang menjadi kebutuhan itu mudah di dapat, harga terjangkau. Itulah yang menjadi dasar gejolak untuk mengganti pemimpin itu cukup besar," pungkasnya. [krm]