Ahok Bakal Jadi Pembicaraan Di Reuni 212

Basuki Tjahja Purnama (Ahok) resmi memulai kerjanya usai ditetapkan menjadi komisaris utama PT Pertamina, Senin (25/11/2019).





Pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta menjadi Komisaris Utama PT Pertamina ini sangat dekat waktunya dengan reuni PA 212.





Menurut Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar menyebut, pengangkatan Ahok ini berpotensi menjadi satu isu yang diagendakan dalam reuni itu.





"Bahwa soal Ahok akan menjadi salah satu isu saya kira sangat potensil diagendakan," ujar Shohibul.





Selain itu, Shohibul memperkirakan dalam reuni 212 nanti akan mengagendakan evaluasi hasil pemilu dan narasi radikalisme.





"Selain itu reuni 212 saya kira akan fokus pada evaluasi, termasuk hasil pemilu dan narasi pencerahan atas radikalisme dan intoleransi yang akan membuat wawasan bangsa Indonesia lebih baik terhadap isu ini," sebutnya.





Melihat kedekatan keduanya, Shohibul menilai wajar jika Ahok ditempatkan di pos kementrian. Untuk mewujudkan itu, Shohibul mengatakan jika Jokowi masih mempertimbangkan resistensi publik.





"Jokowi pasti tahu tingkat resistensi publik, karena itu ia memilih jalan memutar. Sejatinya amat normal kalau diduga bahwa seyogyanya Jokowi menempatkannya pada pos kementerian, namun resistensi perlu dipertimbangkan" urainya.[R]


Basuki Tjahja Purnama (Ahok) resmi memulai kerjanya usai ditetapkan menjadi komisaris utama PT Pertamina, Senin (25/11/2019).





Pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta menjadi Komisaris Utama PT Pertamina ini sangat dekat waktunya dengan reuni PA 212.





Menurut Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar menyebut, pengangkatan Ahok ini berpotensi menjadi satu isu yang diagendakan dalam reuni itu.





"Bahwa soal Ahok akan menjadi salah satu isu saya kira sangat potensil diagendakan," ujar Shohibul.





Selain itu, Shohibul memperkirakan dalam reuni 212 nanti akan mengagendakan evaluasi hasil pemilu dan narasi radikalisme.





"Selain itu reuni 212 saya kira akan fokus pada evaluasi, termasuk hasil pemilu dan narasi pencerahan atas radikalisme dan intoleransi yang akan membuat wawasan bangsa Indonesia lebih baik terhadap isu ini," sebutnya.





Melihat kedekatan keduanya, Shohibul menilai wajar jika Ahok ditempatkan di pos kementrian. Untuk mewujudkan itu, Shohibul mengatakan jika Jokowi masih mempertimbangkan resistensi publik.





"Jokowi pasti tahu tingkat resistensi publik, karena itu ia memilih jalan memutar. Sejatinya amat normal kalau diduga bahwa seyogyanya Jokowi menempatkannya pada pos kementerian, namun resistensi perlu dipertimbangkan" urainya.