Ahmad Basarah: Sepanjang Hidup, Mbah Moen Jadi Suri Tauladan Bangsa

Pimpinan MPR RI turut berduka cita atas meninggalnya ulama kharismatik Nahdlatul Ulama, KH Maimoen Zubair atau dikenal dengan nama Mbah Moen.

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah menilai figur Mbah Moen adalah tokoh tauladan yang selama hidup selalu mengamalkan nilai-nilai religius dalam kedamaian kebangsaan.

"Kita telah kehilangan ulama besar dan seorang tokoh bangsa yang perjuangan hidupnya menjadi panutan dan suri tauladan," ujar Basarah kepada wartawan, Selasa (6/7).

"Perjuangan Mbah Moen yang membumikan nilai-nilai religius dan kebangsaan itu juga telah menjadi tugas dan tanggung jawab MPR RI dalam dua periode terakhir ini," imbuhnya menambahkan.

Sebagai ulama Islam, kata Basarah, Mbah Moen mampu menyatukan jalan religius dan nilai kebangsaan tanpa mengesampingkan kehidupan keberagaman nilai-nilai di masyarakat.

"Dari sosok Mbah Moen, Islam bukan hanya menjadi penuntun kehidupan yang sejuk dan damai bagi umat Islam Indonesia tetapi juga membuat damai dan nyaman bagi umat beragama lainnya," ungkapnya.

Mbah Moen meninggal dalam usia 90 tahun di Mekkah, Arab Saudi saat mengikuti rangkaian ibadah haji.

Mbah Moen merupakan ulama kharismatik Nahdlatul Ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Selain sebagai ulama, ia juga dikenal sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah PPP.

Ia juga sempat menjabat sebagai anggota MPR RI selama tiga periode. [hta]



Pimpinan MPR RI turut berduka cita atas meninggalnya ulama kharismatik Nahdlatul Ulama, KH Maimoen Zubair atau dikenal dengan nama Mbah Moen.

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah menilai figur Mbah Moen adalah tokoh tauladan yang selama hidup selalu mengamalkan nilai-nilai religius dalam kedamaian kebangsaan.

"Kita telah kehilangan ulama besar dan seorang tokoh bangsa yang perjuangan hidupnya menjadi panutan dan suri tauladan," ujar Basarah kepada wartawan, Selasa (6/7).

"Perjuangan Mbah Moen yang membumikan nilai-nilai religius dan kebangsaan itu juga telah menjadi tugas dan tanggung jawab MPR RI dalam dua periode terakhir ini," imbuhnya menambahkan.

Sebagai ulama Islam, kata Basarah, Mbah Moen mampu menyatukan jalan religius dan nilai kebangsaan tanpa mengesampingkan kehidupan keberagaman nilai-nilai di masyarakat.

"Dari sosok Mbah Moen, Islam bukan hanya menjadi penuntun kehidupan yang sejuk dan damai bagi umat Islam Indonesia tetapi juga membuat damai dan nyaman bagi umat beragama lainnya," ungkapnya.

Mbah Moen meninggal dalam usia 90 tahun di Mekkah, Arab Saudi saat mengikuti rangkaian ibadah haji.

Mbah Moen merupakan ulama kharismatik Nahdlatul Ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Selain sebagai ulama, ia juga dikenal sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah PPP.

Ia juga sempat menjabat sebagai anggota MPR RI selama tiga periode. [hta]