ACT-MRI Medan Bagikan 50 Paket Hygien dan Biskuit Di Belawan

Sebanyak 50 paket yang berisikan beberapa kebutuhan hygiene serta roti dan biscuit dibagikan relawan ACT-MRI Medan kepada masyarakat Kampung Haidir, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Ada lebih dari 40 kk yang berdomisili di kampung ini. Kampung Haidir, mungkin sebagian besar warga Kota Medan masih baru mendengar nama kampung ini. Kampung yang berada tidak jauh dari Perumahan Nelayan Indah ini merupakan kampung yang sedikit ‘terisolasi’ dari keriuhan kota Metropolitan. Berada di antara tambak-tambak, kerumunan bakau dan rimbunan pohon nipah membuat warga harus hidup mandiri. Warga yang bermukim di Kampung Haidir hidup dalam kesederhanaan, berada dikawasan pinggiran palung, membuat mereka sedikit kurang diperhatikan, ini terbukti bahwa mereka baru setahun ini bisa menikmati aliran listrik untuk penerangan kampung. Hidup diantara rimbunan pohon nipah membuat para warga berkreasi dalam memberdayakan hasil alam. Selain menjadi nelayan dan peternak ikan, sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin nipah. Daun nipah mereka bersihkan hingga tersisa batang daun, yang kemudian mereka jemur hingga 2 pekan kedepan. Batang daun nipah yang kering ini nantinya akan menjadi bahan dasar sapu lidi. Setiap sekali pengepulan lidi ini para pengrajin hanya mampu menghasilkan rupiah sebesar Rp 460.000,-, ini tentu saja merupakan keuntungan yang pas-pasan, karena untuk dapat menghasilkan uang yang disebutkan tadi butuh proses waktu menunggu 2 pekan lamanya. Dengan kata lain setiap sebulan sekali pendapatan per KK hanya Rp 800.000,-/bulannya. Untuk itu lah relawan ACT-MRI Medan mecoba bersilaturahmi sembari memberikan sedikit ‘buah tangan’ kepada warga, agar dapat meringankan beban warga terdampak wabah Covid19 ini. Karena menurut salah satu warga, sejak Covid19 mewabah mereka pun merasakan dampak yang begitu terasa dalam perekonomian dan kehidupan mereka sehari-hari. Pak Harmain selaku pemuka masyarakat Kampung Haidir, mengucapkan terimakasihnya kepada ACT-MRI Medan yang telah memberikan perhatian kepada warga. Dan kedepannya para warga akan selalu berrsedia diajak berkolaborasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan ACT-MRI Medan, harap Harmain.[R]


Sebanyak 50 paket yang berisikan beberapa kebutuhan hygiene serta roti dan biscuit dibagikan relawan ACT-MRI Medan kepada masyarakat Kampung Haidir, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Ada lebih dari 40 kk yang berdomisili di kampung ini. Kampung Haidir, mungkin sebagian besar warga Kota Medan masih baru mendengar nama kampung ini. Kampung yang berada tidak jauh dari Perumahan Nelayan Indah ini merupakan kampung yang sedikit ‘terisolasi’ dari keriuhan kota Metropolitan. Berada di antara tambak-tambak, kerumunan bakau dan rimbunan pohon nipah membuat warga harus hidup mandiri. Warga yang bermukim di Kampung Haidir hidup dalam kesederhanaan, berada dikawasan pinggiran palung, membuat mereka sedikit kurang diperhatikan, ini terbukti bahwa mereka baru setahun ini bisa menikmati aliran listrik untuk penerangan kampung. Hidup diantara rimbunan pohon nipah membuat para warga berkreasi dalam memberdayakan hasil alam. Selain menjadi nelayan dan peternak ikan, sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin nipah. Daun nipah mereka bersihkan hingga tersisa batang daun, yang kemudian mereka jemur hingga 2 pekan kedepan. Batang daun nipah yang kering ini nantinya akan menjadi bahan dasar sapu lidi. Setiap sekali pengepulan lidi ini para pengrajin hanya mampu menghasilkan rupiah sebesar Rp 460.000,-, ini tentu saja merupakan keuntungan yang pas-pasan, karena untuk dapat menghasilkan uang yang disebutkan tadi butuh proses waktu menunggu 2 pekan lamanya. Dengan kata lain setiap sebulan sekali pendapatan per KK hanya Rp 800.000,-/bulannya. Untuk itu lah relawan ACT-MRI Medan mecoba bersilaturahmi sembari memberikan sedikit ‘buah tangan’ kepada warga, agar dapat meringankan beban warga terdampak wabah Covid19 ini. Karena menurut salah satu warga, sejak Covid19 mewabah mereka pun merasakan dampak yang begitu terasa dalam perekonomian dan kehidupan mereka sehari-hari. Pak Harmain selaku pemuka masyarakat Kampung Haidir, mengucapkan terimakasihnya kepada ACT-MRI Medan yang telah memberikan perhatian kepada warga. Dan kedepannya para warga akan selalu berrsedia diajak berkolaborasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan ACT-MRI Medan, harap Harmain.